Harapan Tutut Soeharto Untuk Presiden Terpilih di Pemilu 2019

Oleh: Husein Abdulsalam - 17 April 2019
Tutut Seoharto menyampaikan pemimpin itu mesti mampu melihat keadaan rakyat yang sebenarnya usai nyoblos Pemilu 2019.
tirto.id - Usai memberikan suaranya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana alias Tutut Soeharto menyampaikan harapannya untuk siapapun presiden yang terpilih nanti.

Tutut menyampaikan pemimpin itu mesti mampu melihat keadaan rakyat yang sebenarnya.

"[Presiden] Harus memimpin bangsa ini secara arif bijaksana. Melihat keadaan rakyat yang sebenarnya. [Indonesia] diangkat ke tingkat internasional," ujar Tutut, Rabu (17/4/2019).

Tutu mencoblos di TPS 02 Gondangdi pada pukul 8.47 WIB. Anak pertama mantan presiden Soeharto dan Siti Hartinah ini mengenakan pakaian, mulai dari jilbab dan baju panjang, serba kuning.

Pada masa kampanye, Tutut aktif berkampanye untuk Berkarya, partai yang diketuai adiknya, Hutomo Mandala Putra.

"Alhamdulillah bisa nyoblos. Diberi kesehatan ikut pesta demokrasi tahun ini," ujar Tutut.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Serentak 2019 pada 17 April 2019.

Masyarakat yang mendapatkan hak pilihnya diharapkan kedatangannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan dibuka pada pukul 07.00 WIB.

"TPS akan buka pukul 07.00 waktu setempat sampai dengan pukul 13.00 waktu setempat," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Setelah Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) membuka TPS, akan dilaksanakan dulu rapat antara petugas KPPS dan saksi. Rapat dibuka dengan pengambilan sumpah petugas KPPS yang disaksikan saksi dan pemilih yang sudah hadir.

Selanjutnya, petugas KPPS membuka satu per satu kotak suara yang sebelumnya masih disegel. Petugas mengeluarkan sejumlah surat suara dari setiap kotak suara untuk dihitung.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Husein Abdulsalam
(tirto.id - Politik)

Reporter: Husein Abdulsalam
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Yantina Debora
DarkLight