Menuju konten utama

Gus Solah Ungkap Obrolan Soal Dunia Islam dengan Wapres JK

Jusuf Kalla menceritakan tentang perkembangan generasi muda Islam di Kazakhstan, negara bekas bagian dari Uni Soviet.

Gus Solah Ungkap Obrolan Soal Dunia Islam dengan Wapres JK
Salahuddin Wahid. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/pd/16

tirto.id - Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah telah bertemu dan berbincang dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK). Pertemuan dengan JK yang dilangsungkan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, yang dipimpin Gus Solah itu membicarakan beberapa hal, termasuk tentang perkembangan dunia Islam terkini. Gus Solah pun membuka sedikit obrolannya dengan wapres.

"Beliau (Jusuf Kalla) cerita soal kunjungan ke Turki, terus ke Kazakhstan, jadi soal pengalaman-pengalaman terakhir. Di Kazakhstan ada yang menarik, yang baru saya dengar dari beliau," ujar Gus Solah, Minggu (29/10/2017).

Dari cerita JK, adik kandung Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini baru mengetahui jika ternyata generasi anak-anak muda Islam di Kazakhstan tumbuh dengan baik dan menggembirakan, setelah lepas dari Uni Soviet. JK kepada Gus Solah mengatakan bahwa ia berharap apa yang sedang dialami oleh kaum muda Kazakhstan itu bisa menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.

"Dulu kan negara ini (Kazakhstan) di bawah Rusia (Uni Soviet), jadi mereka sudah 27 tahun lepas dari Rusia. Orang-orang tuanya itu enggak taat agama, kebanyakan enggak shalat, tapi anak mudanya justru shalat karena orang tua itu dulu di bawah Rusia dikekang, tidak diberi kebebasan," beber Gus Solah.

Jusuf Kalla sendiri membenarkan bahwa ia baru saja bertemu dengan Gus Solah yang merupakan sahabatnya sudah sejak lama. "Ini sahabat sejak dulu, jadi silaturahmi. Kalau saya datang ke Tebu Ireng, enggak kunjungan, enggak afdol," tuturnya.

Ditegaskan oleh JK, bahwa kunjungannya ke Pondok Pesantren Tebu Ireng itu tidak ada hubungannya dengan politik nasional, termasuk Pilkada Jawa Timur. Kehadiran JK di Jombang sendiri dalam rangka memberikan kuliah umum di acara ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum pada Sabtu kemarin. Acara ini diikuti oleh 146 peserta dari 21 negara.

Baca juga artikel terkait KUNJUNGAN KERJA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Editor: Iswara N Raditya