tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) terus berupaya mendorong kepala daerah agar mendukung uji petik dan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Terbaru, Gus Ipul mengajak Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid beserta jajarannya untuk aktif mengawal proses yang akan meningkatkan akurasi DTSEN tersebut. Ajakan Gus Ipul ini disampaikan saat ia menerima Bupati Bondowoso dalam audiensi di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025).
"Jadi saya melibatkan bupati untuk pemutakhiran, baik dari jalur formal maupun usul sanggah," kata Gus Ipul.
Seturut penjelasan Gus Ipul, pemutakhiran DTSEN bisa dijalankan melalui dua jenis jalur, yaitu formal dan Usul Sanggah.
Di jalur formal, proses pemutakhiran DTSEN berlangsung secara berjenjang mulai dari RT, dinas sosial, bupati/walikota, hingga sampai ke Menteri Sosial.
Sementara di jalur kedua, pemutakhiran DTSEN dapat melibatkan masyarakat melalui fitur Usul Sanggah di aplikasi Cek Bansos.
Dengan menggunakan aplikasi Cek Bansos, masyarakat bisa mengajukan sanggahan atau usulan penerima bantuan sosial. Syaratnya, pengajuan atau usulan itu disertai bukti dan dokumen yang diperlukan.
Proses pemutakhiran DTSEN melalui jalur formal maupun Usul Sanggah sama-sama butuh persetujuan kepala daerah. Maka itu, Gus Ipul meminta kepala daerah aktif mendukung kelancaran pemutakhiran DTSEN. Apalagi proses ini akan membuat penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Selain pemutakhiran, upaya lain untuk memastikan ketepatan penyaluran bantuan sosial adalah melalui ground checking (uji petik) DTSEN.
Melalui ground checking yang sedang berlangsung dengan melibatkan para pendamping di seluruh Indonesia, kondisi sosial ekonomi masyarakat akan diverifikasi. Dengan begitu diharapkan bantuan sosial hanya akan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menanggapi ajakan dari Gus Ipul tadi, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan siap memberikan dukungan penuh untuk proses uji petik dan pemutahiran DTSEN.
"Kami mendukung sepenuhnya upaya tersebut agar bantuan sosial tepat sasaran," ujar dia.
Selain membahas DTSEN, audiensi tersebut juga membahas tentang persiapan Sekolah Rakyat. Untuk menyukseskan program pengentasan kemiskinan, pemerintah Kabupaten Bondowoso telah menyiapkan dua lokasi untuk pendirian Sekolah Rakyat.
"Kami menyiapkan dua lokasi. Ada dua rombongan belajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sudah kami siapkan," ujar Abdul Hamid.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis