Menuju konten utama

Gunung Anak Krakatau Meletus, Lontarkan Abu Setinggi 600 Meter

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono mengatakan erupsi itu terjadi pada Rabu (29/3/2023) pukul 00.41 WIB.

Gunung Anak Krakatau Meletus, Lontarkan Abu Setinggi 600 Meter
Gunung Anak Krakatau memuntahkan material vulkanik selama letusan seperti yang terlihat dari kapal Angkatan Laut Indonesia di perairan Selat Sunda, Jumat, 28 Desember 2018. Cuaca buruk dan kolom abu besar menghambat upaya untuk menilai apakah pulau gunung berapi Anak Krakatau di Indonesia dapat memicu tsunami mematikan lainnya ketika pihak berwenang mengatakan Jumat, pencarian korban di provinsi yang paling parah akan berlanjut hingga Januari. Ratusan orang tewas dalam tsunami Selat Sunda yang melanda Sumatera dan Jawa tanpa peringatan pada hari Sabtu. AP PHOTO / Fauzy Chaniago

tirto.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam aktivitas vulkanik berupa erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono mengatakan erupsi itu terjadi pada Rabu (29/3/2023) pukul 00.41 WIB.

"Tinggi kolom letusan teramati lebih kurang 600 meter di atas puncak," ujar Deny dikutip dari Antara, Rabu.

Deny menuturkan bahwa kolom abu letusan terlihat berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 25 detik.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada status level III atau siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati gunung api tersebut atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.

Sebelumnya pada Selasa (28/3/2023), Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi cukup besar sebanyak lima kali, mulai pukul 04:12 WIB dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 800 meter.

PVMBG mengatakan sejak kelahirannya pada Juni 1927 hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau telah tumbuh semakin besar dan tinggi.

Karakter letusan Gunung Anak Krakatau berupa erupsi eksplosif dan erupsi efusif dengan waktu istirahat letusannya berkisar antara satu sampai enam tahun.

Erupsi-erupsi itu menghasilkan abu vulkanik dan lontaran lava pijar serta aliran lava yang perlahan membangun tubuh gunung api tersebut.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan