Menuju konten utama

Gunung Agung dan Aktivitas Tebarunya Berdasar Pantauan PVMBG

Status Gunung Agung masih di level III atau Siaga pada Kamis malam (28/6/2018).

Gunung Agung dan Aktivitas Tebarunya Berdasar Pantauan PVMBG
(Ilustrasi) Asap keluar dari kawah Gunung Agung dilihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (23/1/2018). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana.

tirto.id - Gunung Agung mengeluarkan letusan pada Rabu malam (27/6/2018), sekitar Pukul 22.21 WITA. Usai erupsi yang memicu kolom abu setinggi 2000 meter itu, Gunung Api di Provinsi Bali tersebut aktif mengeluarkan hembusan asap pada hari ini berdasar pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Data hasil pantauan dalam siaran resmi PVMBG mencatat, pada Kamis pagi tadi, teramati kolom gas berwarna putih tebal setinggi 200 meter di atas puncak Gunung Agung.

“Pada sekitar pukul 10.30 WITA [Kamis] intensitas emisi gas mengalami peningkatan dan disertai abu tipis. Emisi gas dan abu terjadi secara menerus dengan ketinggian berkisar 1500-2000 meter di atas puncak dan hingga kini [Kamis malam] masih berlangsung. Arah sebaran abu utamanya menuju ke Barat kemudian membelok ke Barat daya,” demikian informasi dari PVMBG yang dirilis berdasar pantauan sampai Pukul 18.00 WITA, Kamis (28/6/2018).

Sampai pukul 18.00 WITA hari ini, aktivitas emisi gas dan abu itu terus berlangsung dengan ketinggian di kisaran 1500-2000 meter di atas puncak Gunung Agung. Tim PVMBG juga menemui hujan abu dengan intensitas tipis di sekitar Desa Puregai atau 7 km dari puncak Gunung Agung.

PVMBG juga menemukan bahwa, “Peningkatan amplitudo seismik secara cepat dalam tempo 12 jam terakhir [sampai pukul 18.00 WITA hari ini]. Kegempaan didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang dimanifestasikan di permukaan berupa emisi gas dan abu. Gempa-gempa ini semakin rapat dan membentuk tremor menerus sejak sekitar pukul 12.30 WITA [hari ini].”

Temuan PVMBG juga mengindikasikan masih ada pembangunan tekanan oleh magma di dalam tubuh Gunung Agung. Sebab, inflasi tubuh Gunung Agung, yang teramati sejak 13 Mei lalu, masih belum menurun. Pergerakan magma dari dalam tubuh Gunung Agung ke permukaan pun diduga masih terjadi.

Sementara berdasar data citra satelit, pada 28 Juni 2018 dini hari, teramati Hotspot (titik panas) di permukaan kawah yang mengindikasikan adanya material panas di permukaan kawah. PVMBG menduga material panas ini kemungkinan berupa lava baru yang dikeluarkan usai erupsi pada Rabu malam.

PVMBG memperkirakan fenomena emisi gas dan abu menerus yang terjadi di Gunung Agung disertai aliran fluida. “Aliran fluida yang terjadi selain berupa gas dan abu juga dapat berupa aliran lava segar ke permukaan,” demikian analisis di keterangan resmi PVMBG.

PVMBG menilai aktivitas permukaan yang terjadi masih bersifat efusif. Sampai Kamis malam, status Gunung Agung berada di level III atau Siaga. Dengan status itu, area radius 4 kilometer dari puncak Gunung Agung harus dikosongkan dari aktivitas penduduk maupun pendakian.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Putu Mantera meminta warga di sekitar kawasan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, tidak panik menyikapi peningkatan aktivitas kegempaan maupun hembusan abu vulkanik pada 28 Juni 2018.

"Namun, kami mohon tidak ada aktivitas masyarakat di dalam radius 4 kilometer untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi dan jangan melakukan aktivitas di lereng gunung maupun aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur lahar [hujan]," kata Mantera di Denpasar, hari ini seperti dilansir Antara.

Mantera juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung menyiapkan masker untuk mencegah potensi bahaya abu vulkanik. Menurut dia, pada hari ini, rekomendasi Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) untuk penerbangan berada di level orange.

"Saya juga sudah meminta jajaran untuk bersiap menyikapi kondisi peningkatan aktivitas Gunung Agung, di samping berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan telah menempatkan petugas yang standby di sana," ujar Mantera.

Baca juga artikel terkait GUNUNG AGUNG atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom