Menuju konten utama

Gubernur Papua Minta Maaf Terkait Kerusuhan di Wamena

Gubernur Papua menyampaikan rasa belangsungkawa sebesar-besarnya bagi msayarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena.

Gubernur Papua Minta Maaf Terkait Kerusuhan di Wamena
Suasana ruangan Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (26/9/2019). ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/wpa.

tirto.id - Gubernur Papua Lukas Enembe menyampaikan permintaan maaf terkait kerusuhan di Wamena yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia dan luka-luka. Pemerintah daerah Papua bersiap melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi atas seluruh kerusakan akibat kerusuhan.

"Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan permohonan maaf dan rasa belangsungkawa sebesar-besarnya bagi msayarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena pada tanggal 23 September 2019," ujar Lukas Enembe, dalam siaran persnya, Senin (30/9/2019).

Selain menyampaikan permohonan maaf, Lukas juga menyatakan bahwa Pemerintah daerah siap melakukan rekontruksi dan rehabilisasi aset-aset milik pemerintah daerah serta toko dan kios masyararakat yang rusak dan terbakar.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah dan TNI dan Polri menjamin keamanan dan kenyamanan warga negara Indonesia, di mana saja mereka berada termasuk di Wamena.

Kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya telah mengakibatkan 26 korban tewas dan 66 korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit. Kericuhan terjadi saat pembubaran demonstrasi pelajar dan warga di Wamena oleh aparat gabungan TNI-Polri. Kerusuhan juga menyebabkan gelombang kepulangan warga-warga ke tempat asalnya.

Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Jayapura, Sabtu (28/9/2019), mengatakan, sekitar 5.500 pengungsi korban kerusuhan Wamena di markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya membutuhkan bantuan pakaian, makanan, dan barang-barang keperluan anak dan perempuan.

Warga yang mengungsi di markas Kodim itu umumnya hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan di Wamena, sebagaimana diberitakan Antara.

"Kami minta informasi ini disebarkan seluas-luasnya agar banyak pihak yang tergerak untuk membantu para korban yang kini tengah mengungsi," katanya melalui telepon seluler, dikutip dari Antara. "Bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua hanya tersalur ke posko pengungsian Gedung Okumarek yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya," ia menambahkan. Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, menurut dia, sampai sekarang hanya mengandalkan bantuan logistik yang masih tersedia di markas.

Terkait korban kerusuhan ini, Lukas Enembe mengatakan bahwa penanganan mendesak saat ini adalah untuk mengevakuasi korban kerusuhan baik yang meninggal maupun yang luka-luka.

"Serta menyediakan makan dan minum serta kebutuhan hidup mendesak lainnya bagi masyarat yang mengungsi di Kodim dan Polres serta gereja dan masjid," lanjut Lukas.

Baca juga artikel terkait KERUSUHAN WAMENA atau tulisan lainnya dari Nurul Qomariyah Pramisti

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti