Gelombang Diskriminasi dan Rasisme yang Muncul Akibat Hoaks Corona

Oleh: Restu Diantina Putri - 4 Februari 2020
Dibaca Normal 4 menit
Hoaks terkait virus Corona memicu munculnya sikap diskriminasi dan rasial terhadap etnis Tionghoa ataupun mereka yang baru saja dari Wuhan.
tirto.id - Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jhonny G. Plate mengatakan hingga saat ini Kemenkominfo menemukan 54 hoaks tentang virus Corona. Informasi tersebut menyebar seiring dengan wabah Corona yang berasal dari Wuhan, Cina.

“Khusus terkait dengan framing Coronavirus melalu cyber drone Kominfo, terdapat 54 percakapan atau isu hoaks dan disinformasi,” kata Jhonny G. Plate di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Ke-54 hoaks itu terdiri atas 1 hoaks tentang kurma harus dicuci bersih karena mengandung virus Corona yang muncul pada 6 Mei 2019. Kemudian, 53 hoaks lain berkembang sejak Kamis (23/1/2020) hingga 3 Februari 2020. Plate mencontohkan beberapa hoaks yang melibatkan virus Corona seperti kremasi virus Corona.

Kemudian ada disinformasi 2 orang WNI meninggal akibat virus Corona. Lalu ada peredaran virus Corona di Riau. Plate menegaskan, Indonesia masih aman dari virus Corona. Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya mencegah agar virus Corona tidak masuk ke Indonesia.

“Negara kita masih aman ya. Melakukan pencegahan di semua pintu masuk dan dilakukan secara terkoordinasi oleh pemerintah. Itu secara sungguh-sungguh dilakukan dan observasi yang dilakukan terhadap 285 WNI dan di Natuna juga sesuai standar WHO,” klaim Plate.

Kemenkominfo, kata Plate, langsung menindaklanjuti hoaks tersebut. Pertama, kata dia, pemerintah menggelar konferensi pers untuk mengimbau publik tidak meneruskan informasi hoaks. Kedua, pemerintah melakukan penandaan kepada para penyebar konten hoaks tersebut. Namun, pemerintah belum berpikir untuk menerapkan takedown.

“Ini kan beritanya masih bisa dilakukan melalui persuasi, mau di-takedown? Saya bisa takedown, jangan marah tapi ya! Kan belum ada virusnya di Indonesia ini,” kata Plate.

Sebelumnya, per tanggal 31 Januari 2020, Kemenkominfo menemukan 36 berita hoaks yang berkaitan dengan virus Corona. Sementara itu, Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH) mendapati 14 informasi palsu dan menyesatkan terkait Virus Corona, sejak 6 Mei 2019.

Berikut 54 hoaks yang dinyatakan Kemenkominfo per Senin (3/2/2020):

  1. Kurma Harus Dicuci Bersih Karena Mengandung Virus Corona yang Berasal dari Kelelawar.
  2. Ada Virus Berbahaya di RSUP Dr. Sardjito.
  3. Virus Corona Diduga Sudah Menyebar dan Masuk ke Indonesia di Gedung BRI.
  4. Virus Corona Sudah Masuk di Jakarta, 1 Pasien di RSPI Sulianti Saroso Jakarta Sedang Diisolasi.
  5. Orang Terinfeksi Virus Corona Di Rumah Sakit Wahidin Makassar.
  6. Kepanikan luar biasa orang2 china akibat #VirusCorona.
  7. WNA Asal China Terserang Corona di RSU Dr Soetomo Surabaya.
  8. Pasien Umur 7 Bulan Meninggal karena Virus Corona di RSUD DR. Soetomo.
  9. Virus Corona Dapat Dicegah dengan Rutin Minum Air Putih dan Menjaga Tengggorokan Tetap Lembap.
  10. Sup Kelelawar Penyebab Virus Corona 11. Vaksin Virus Corona Sudah Ada Dan Dikembangkan Sebelumnya.
  11. Baru Datang dari Malaysia, Seorang Pasien Meninggal Mendadak Diduga Terkena Virus Corona.
  12. Pasien Corona di RSUD Dr Moewardi Solo.
  13. Penyembuhan Virus Corona dengan Bawang Putih.
  14. HP Xiaomi Buatan China Dapat Menularkan Virus Corona 16. Korban Meninggal Terkena Virus Korona di Singapura.
  15. Virus Korona Sengaja Disebarkan Rezim Tiongkok untuk Membasmi Umat Islam di Wuhan.
  16. Penumpang Meninggal Karena Virus Corona Di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
  17. Pasien Terjangkit Virus Corona Di RSHS Bandung 20. Virus Corona Telah Masuk di Palembang.
  18. Pasien Terjangkit Virus Corona di RSUD Tarakan.
  19. Korban Meninggal di Wuhan Akibat Virus Corona Mencapai Sepuluh Ribu Orang.
  20. Jokowi: Virus corona minum bodrex 5 menit langsung sembuh.
  21. Foto Mayat Bergelimpangan di Jalanan Kota Wuhan yang disebut korban Virus Corona di China.
  22. Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Pasien RS Doris Sylvanus Diisolasi.
  23. Tiga Orang TKA China PT.IWIP Meninggal Dunia Akibat Virus Corona.
  24. Video Detik-detik Warga Terkena Virus Corona Di Pusat Perbelanjaan Lombok
  25. Virus Corona Menyerang Shah Alam Selangor
  26. Seorang Pasien Terpapar Virus Corona di RS Siloam Jember
  27. Pasien di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh Positif Terkena Virus Corona
  28. Rs.Kanujoso Balikpapan Menerima Pasien Positif Corona
  29. Seorang Warga di Depok Diisolasi karena Diduga Terinfeksi Virus Corona
  30. Virus Corona Pertama Kali Ditemukan di Arab Saudi
  31. Presiden China Umumkan Virus Corona Sudah Jadi Epidemi dan Memohon Doa Umat Islam
  32. Virus Corona Merupakan Senjata Biologis yang Bocor dari Laboratorium Wuhan
  33. CHINA Baru Saja Bangun Rumah Sakit 57 Lantai
  34. Virus Corona Wuhan Adalah Hasil Perkawinan Virus Kelelawar dan Virus Babi
  35. Virus Corona Diduga Bermunculan di Pasar Wuhan yang Menjual Aneka Satwa Liar
  36. Kabar Adanya Pasien Positif Corona di RS Columbia Asia Medan Bersumber dari Prof. Delfitri Munir, DR., Dr.sp.THT-kl.
  37. Kitab Iqro Sudah Lama Memprediksi Terjadinya Virus Corona.
  38. Warga Jombang Terkena Virus Corona.
  39. Pasien Virus Corona Sudah Masuk di RSUD Rabain.
  40. Virus Corona Bisa Menular Lewat Game Free Fire.
  41. Mahasiswa Indonesia di Wuhan Tidak Boleh Keluar Kamar.
  42. Pasien Positif Suspek Virus Corona di Singkawang
  43. Pasien Virus Corona di RSUD dr IskakTulungagung
  44. Penduduk Wuhan Berteriak-teriak Gak Karuan
  45. 5 Pasien Positif Terkena Virus Corona di Semarang dan 1 Orang Meninggal
  46. Virus Corona Sudah Masuk di Pekanbaru
  47. Pasien Virus Corona di RSUD Bahteramas
  48. Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Tatapan Mata
  49. Dua Penumpang Lion Air Meninggal karena Virus Corona
  50. Wudhu Bisa Hancurkan Virus Corona
  51. China Dilaporkan Diam-diam Kremasi Korban Virus Corona.

Memicu Diskriminasi dan Kebencian

Sentimen negatif terhadap penduduk Wuhan dan Tiongkok, pada umumnya, kian menebal seiring perkembangan hoaks yang demikian gencar. Misalnya, sentimen agama yang menyebut wabah virus Corona sengaja disebarkan rezim Tiongkok untuk membasmi umat Islam di Wuhan.

Padahal, dalam penjelasan Kementerian Kominfo yang melansir Wikipedia, persebaran umat Islam di Wuhan tidak terlalu signifikan lantaran mayoritas penduduk Wuhan ialah beragama Animisme.

Muslim di Wuhan hanya 1,6% dari 11 juta penduduk Wuhan. Agama Islam pun masih kalah jumlah dengan Kristen yang hampir 3%. Maka tuduhan bahwa virus korona sengaja disebarkan terkait bahwa Wuhan Menjadi salah satu kota dengan persebaran Muslim paling besar adalah tidak mendasar, demikian penjelasan Kominfo.

Gelombang rasisme terhadap etnis Tionghoa juga menyebar di dunia internasional. Melansir CGTN, seorang warga negara Tiongkok yang mengunggah foto kedua orangtuanya di depan sebuah mobil mendapat komentar bernada rasisme.

“Tetaplah di Cina sampai flu itu benar-benar pergi. Terima kasih,” tulis komentar salah satu warganet.

Sementara itu, sejumlah restoran Vietnam memasang tanda “No Chinese” di luar restorannya. Bahkan di Jepang, yang cukup dekat dengan Tiongkok, baik secara geografis maupun ras, hashtag #ChineseDon’tComeToJapan menjadi trending topic di Twitter.

Di distrik tenggara Paris yang dikenal sebagai tempat tujuan untuk mereka yang menggemari kuliner Asia, bisnis menurun di restoran Vietnam milik Pascal Corlier, efek samping dari ketakutan virus corona asal Tiongkok yang telah memicu kepanikan, sekaligus memunculkan xenophobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing).

Beberapa pelanggan yang gelisah mulai bertanya kepada staf yang bertugas, apakah mereka orang China, menurut Corlier, yang ayah mertuanya dari Vietnam mengelola dapur dan menyajikan hidangan tradisional seperti sup pho. Sementara tamu yang lain berusaha menjauh.

"Ada semacam hambatan psikosis yang tidak berdasar di sekitar komunitas Asia dan makanan Asia," kata pemilik restoran, menambahkan bahwa pendapatannya turun 40% untuk beberapa minggu pertama 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Seperti halnya warga negara Tiongkok, komunitas besar Asia di Prancis termasuk banyak orang keturunan Kamboja dan Laos, dan salah satu komunitsa terbesar Vietnam di luar negeri - peninggalan bekas kehadiran kolonial Prancis di Asia Tenggara.

Orang Asia di Perancis minggu ini membuat tagar Twitter #Jenesuispasunvirus ("Saya bukan virus") untuk melawan timbulnya sikap rasial. Insiden rasis, penghinaan dan cercaan telah dilaporkan dari taman bermain sekolah sampai ke supermarket, menurut Laetitia Chhiv, yang menjalankan asosiasi untuk orang-orang muda keturunan Tiongkok.

"Kami memiliki seorang siswa asal China di Strasbourg yang diteriaki oleh seorang wanita yang mengatakan kepadanya untuk tidak menyentuh alpukat yang ingin ia beli," kata Chhiv seperti dikutip Antara. "Itu setelah dia bertanya kepadanya dari mana asalnya dan apakah dia terjangkit virus."

"Rasisme melawan orang Asia menyebar lebih cepat daripada virusnya," kata Sun-Lay Tan, yang bekerja di dunia seni. Ia adalah warga Prancis tapi keturunan China dengan leluhur yang tinggal di Kamboja.

"Saya sedang duduk di metro dalam perjalanan ke tempat kerja dan orang di sebelah saya beringsut menjauh beberapa sentimeter dan menutup mulutnya dengan syal. Saya terkejut."

Sikap rasial dan diskriminatif tak hanya terjadi bagi warga negara Tiongkok tetapi juga dialami warga negara Indonesia yang baru saja dievakuasi dari Wuhan dan dikarantina di Natuna.

Ratusan warga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar unjuk rasa di kantor DPRD setempat, sejak Jumat sampai Sabtu (1/2/2020). Mereka protes karena WNI dari Cina yang dievakuasi karena kasus Corona direncanakan dikarantina di sana selama dua pekan.

"Sejak Jumat malam sampai hari ini massa terus berdatangan ke kantor DPRD Natuna," kata Ketua KNPI Natuna, Haryadi, di Natuna, Sabtu, seperti dikutip dari Antara. "DPRD sudah sepakat menolak karantina WNI dari Cina di Natuna," tambah Haryadi.

Menkominfo Jhonny G. Plate menduga penolakan warga Natuna terhadap WNI yang berasal dari Wuhan, Hubei, terjadi lantaran adanya kabar bohong atau hoaks. Sebab, ia mengklaim, pemerintah tak pernah terlambat untuk melakukan sosialisasi kepada warga Natuna terkait datanggnya sejumlah WNI dari Wuhan.

"Informasi itu cepat tindakannya. Yang lebih cepat lagi itu adalah hoaksnya yang berjalan. Sebelum informasi datang, itu sudah beredar hoaks-nya. Ini kan pengambilan keputusan dilakukan dalam waktu yang singkat," kata Plate saat ditemui di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (3/2/2020).












Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Restu Diantina Putri
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Restu Diantina Putri
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight