Gara-Gara Pilpres, AHY Sebut Ada Keluarga Yang Bermusuhan

Oleh: Reja Hidayat - 17 April 2019
“Bahkan ada juga yang hubungan keluarga terganggu karena berbeda Parpol, Capres,” kata AHY
tirto.id - Agus Harimurti Yudhoyono, akrab di sapa AHY meminta kepada para pendukung kedua kubu untuk menghentikan permusuhan usai Pilpres 2019. Ia mengaku prihatin, sepengetahuan dia selama kampanye Pilpres berlangsung, ada keluarga yang hubungannya terganggu karena beda pilihan.

"Pesan saya, mari setelah 17 April, kita jangan lagi tersekat-sekat. Kita rasakan betul tujuh bulan terjadi perselisihan di antara kita hanya karena perbedaan pendangan dan pilihan politik,” ujar AHY setelah menggunakan hak pilihnya di TPS 013, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

“Bahkan ada juga yang hubungan keluarga terganggu karena berbeda Parpol, Capres,” kata AHY.


Pernyataan itu ia lontarkan setelah mendapatkan fakta di lapangan. Ia pun mengajak para pendukung ke dua kubu untuk tidak memperpanjang dan memperluas permusuhan. Menurut dia, sudah saatnya para pendukung kedua kubu mempercepat rekonsiliasi dibanding gontok-gotokan karena beda pilihan.

"Semoga semua semakin baik. Insya allah 5 tahun mendatang song-song masa depan semakin baik," kata Agus.

AHY bersama istrinya, Annisa Pohan mendatangi TPS 013 pukul 11.38 dengan mengenakan baju warna biru bertuliskan “Jangan Golput”. Di TPS tempat AHY menggunakan hak suaranya, tercatat ada 263 orang yang tercatat dalam DPT. AHY dan Anissa masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan.


Di TPS itu pula, pada 2014, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memenangkan Pemilihan Presiden dengan total perolehan suara sebesar 4.125 atau 53,02 persen. Sementara, pasangan Prabowo-Hatta Radjasa hanya mendapat perolehan suara sebesar 3.655 atau46,98 persen. Kini AHY, melalui Partai Demokrat mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno maju menjadi calon presiden melawan petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Reja Hidayat
(tirto.id - Politik)


Penulis: Reja Hidayat
Editor: Arbi Sumandoyo