Menuju konten utama

FIGC Minta UEFA Tunda Jadwal Euro 2020 demi Liga Domestik Eropa

FIGC meminta UEFA untuk mengutamakan opsi menyelesaikan liga domestik daripada menggelar Euro 2020 sesuai jadwal.

FIGC Minta UEFA Tunda Jadwal Euro 2020 demi Liga Domestik Eropa
Duo penyerang Juventus Paulo Dybala (kiri) dan Gonzalo Higuain merayakan salah satu gol ke gawang Udinese dalam laga 16 besar Coppa Italia di Stadion Allianz, Torino, Italia, yang diwarnai absennya megabintang Cristiano Ronaldo pada Rabu (15/1/2020) waktu setempat. (ANTARA/Twitter@JuventusFC)

tirto.id - FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) melalui Presiden Gabriele Gravina mendesak kompetisi Euro 2020 ditunda. Ia meminta UEFA untuk memprioritaskan kompetisi domestik daripada Piala Eropa terkait merebaknya virus corona (Covid-19).

“Kami menunggu pertemuan UEFA pada Selasa nanti dan proposal dari Presiden [UEFA] Aleksandr Ceferin. Kami adalah pihak pertama yang menyarankan jadwal laga internasional untuk direvisi. Dengan pertimbangan musim ini sudah demikian jauh (berjalan), maka menyelesaikan kompetisi level klub-=-baik liga domestik maupun piala domestik--- harus menjadi prioritas,” kata Gravina kepada Il Messaggero.

Saat ini, liga-liga domestik di Eropa dihentikan sementara. Kompetisi Serie A ditangguhkan hingga 3 April 2020. Sementara itu, Liga Spanyol disetop hingga dua jornada (matchday) atau sampai akhir Maret 2020. Bundesliga, Premier League, hingga Ligue 1 juga mengalami hal serupa.

Terkait kondisi ini, UEFA sebagai induk sepak bola Eropa memutuskan akan melakukan videoconference dengan 55 asosiasi sepak bola anggota mereka, petinggi Asosiasi Klub Eropa (ECA), liga-liga Eropa, dan perwakilan FIFPro pada Selasa, 17 Maret 2020.

Dalam acara tersebut, UEFA akan menetapkan keputusan terkait penyelenggaraan kompetisi domestik di bawah naungan mereka, kompetisi kontinental seperti Liga Champions dan Liga Eropa, juga Piala Eropa 2020 yang sedianya digelar mulai 12 Juni 2020.

Saat ini, terdapat berbagai opsi soal Euro 2020 dalam kaitannya dengan kelanjutan liga-liga domestik. Salah satunya, dilaporkan oleh Mike McGrath dan Tom Morgan dari Telegraph, adalah dengan cara menggeser Euro 2020 dari jadwal semula (Juni 2020) jadi Desember 2020, sehingga musim panas ini dapat digunakan liga-liga domestik Eropa menyelesaikan kompetisi.

Terkait sepak bola Italia, awal Maret 2020, setelah mengumumkan seluruh kegiatan sepak bola di Italia ditangguhkan hingga 3 April, FIGC sempat memberikan tiga opsi mengakhiri musim kompetisi. Opsi pertama adalah menggunakan jalur play-off.

Opsi kedua, menghapus musim 2019/2020. Opsi terakhir, menetapkan klasemen terbaru sebagai klasemen akhir, atau menghentikan kompetisi pada titik sebelum adanya penangguhan jadwal.

Namun, salah satu tawaran FIGC tentang penentuan juara dan tim degradasi melalui jalur play-off sudah ditolak sebagian besar klub. Dengan demikian, hanya tersisa dua pilihan. Pertama, mengakhiri musim tanpa gelar juara dan tidak ada tim degradasi. Kedua, memberikan scudetto dan menentukan tim degradasi dengan mengacu pada klasemen saat ini.

Khusus Serie A, setelah bergulir 26 pekan, Juventus saat ini masih berada di puncak klasemen. Lazio menguntit tepat di bawahnya dengan hanya berjarak 1 poin. Sementara Benevento menjadi capolista Serie B dengan keunggulan mencapai 20 poin dari pesaing terdekat.

Kendati mengaku ide play-off tersebut sudah usang, Gabriele Gravina mengatakan keputusan final masih berada di tangan FIGC selaku otoritas tertinggi sepak bola Italia.

“Tujuan pertama masihlah mengakhiri musim sesuai rencana awal. Jika tidak, saya mengajukan tiga opsi yang dapat didiskusikan Lega (Calcio), tetapi akhirnya kita sebagai FIGC akan membuat keputusan definitif,” terang sang Presiden mengenai skenario mengakhiri liga.

Berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Johns Hopkins University (JHU) hingga Minggu (15/3/2020), hingga tanggal 15 Maret, terdapat 21.157 kasus positif corona di Italia dan 1.441 di antaranya meninggal dunia. Padahal, satu hari sebelumnya, kasus positif masih di angka 17 ribu lebih.

Beberapa pemain Serie A juga sudah terjangkit. Bek Juventus, Daniele Rugani, menjadi pemain pertama yang terkonfirmasi positif corona. Paling anyar, penyerang Fiorentina, Patrick Cutrone dan German Pezzella juga dikonfirmasi pihak klub positif corona.

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan lainnya dari Gilang Ramadhan

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Gilang Ramadhan
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Fitra Firdaus