FIFA The Best: Banjir Kritik karena Nama Silva & Alisson Tak Masuk

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 1 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
FIFA telah mengumumkan 10 nama yang masuk daftar pendek calon pemenang FIFA The Best. Namun, daftar ini menuai kritik karena tak menyertakan nama Bernardo Silva dan Alisson Becker.
tirto.id - Induk sepakbola dunia, FIFA, resmi mengumumkan nama-nama yang masuk daftar pendek 10 besar ajang prestisius FIFA The Best 2019, Rabu (31/7/2019) petang waktu Indonesia.

Untuk kategori pesepakbola laki-laki terbaik, mereka yang masuk nominasi antara lain Virgil van Dijk, Sadio Mane, Mohamed Salah (Liverpool), Harry Kane (Tottenham), Cristiano Ronaldo (Juventus), Lionel Messi (Barcelona), Matthijs de Ligt, Frenkie De Jong (Ajax)--klub lama karena keduanya saat ini sudah pindah--, Kylian Mbappe (PSG), dan Eden Hazard (Chelsea).

"Voting tahap akhir sudah dibuka untuk empat kategori, dan keputusan akan ditentukan oleh empat pilar sepakbola: pemain, pelatih, suporter, dan media," tulis FIFA dalam rilis resminya.

Selain pesepakbola laki-laki terbaik, tiga kategori lain adalah pesepakbola perempuan terbaik, pelatih sepakbola laki-laki terbaik, dan pelatih sepakbola perempuan terbaik.

Sejak berganti nama dari FIFA Ballon d’Or menjadi FIFA The Best per 2016, pemain yang berhasil merajai kategori pesepakbola laki-laki selalu berasal dari klub juara Liga Champions. Maka tidak heran kalau Virgil van Dijk menjadi kandidat kuat untuk memenangkan edisi kali ini.

Namun, van Dijk akan bersaing ketat dengan dua maestro sepakbola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kedua pemain itu masing-masing pernah meraih lima gelar dalam FIFA The Best dan masih punya kans untuk memperoleh gelar keenam mereka.


Banjir Kritik


Van Dijk, Ronaldo, dan Messi memang patut bersaing di tiga teratas. Namun, daftar pendek yang dirilis FIFA ini menuai kontroversi. Daftar ini secara mengejutkan tak menyertakan sejumlah nama penting semisal bintang Manchester City, Bernardo Silva dan kiper andalan Liverpool, Alisson Becker.

Silva memang pantas masuk 10 besar. Performa gemilangnya sepanjang musim 2018/2019 tak perlu dipertanyakan. Dia sukses membawa klubnya meraih empat gelar (EPL, Piala FA, Carabao Cup, dan Community Shield) serta membawa Timnas Portugal menjadi kampiun Liga Negara Eropa. Secara individual Silva juga telah membuktikan kelayakannya dengan membawa pulang penghargaan pemain terbaik Liga Negara Eropa serta pemain muda terbaik EPL.

Begitu pula Alisson. Penampilan konsistennya di bawah mistar gawang mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions. Dia juga membawa Timnas Brazil menjadi nomor satu di ajang Copa America 2019. Belum cukup di situ, mantan penggawa AS Roma ini diganjar gelar sarung tangan emas (kiper terbaik) dalam ajang EPL, Liga Champions, dan Copa America,

Media sosial, khususnya Twitter pun geger. Rabu malam kemarin, kata "Bernardo Silva" dan kata "Alisson" dalam sekejap masuk dalam deretan trending topic dunia. Di antara puluhan ribu twit yang membanjiri lini masa, tidak sedikit tokoh yang turut menyelipkan kekecewaan mereka.

"Menurut FIFA 10 terbaik dalam nominasi ini didapat dari penghargaan bergengsi. Tapi nyatanya Bernardo Silva tidak dimasukkan meski menjuarai berbagai gelar bergengsi," keluh jurnalis olahraga TalkSport sekaligus presenter pemenang British Podcast Awards kategori olahraga 2017 dan 2018, Adam Catterall.

Sementara pendiri media olahraga Mundo Albiceleste, Roy Nemer yang mendapat kesempatan untuk memberikan suara pada pemilihan akhir nanti, mengajukan protes tidak kalah keras. Dia sesumbar tidak akan memberikan suara, kecuali FIFA mengganti nama Harry Kane dengan Bernardo Silva.

"Ambil hak suara saya lagi. Kecuali Bernardo Silva masuk menggantikan Harry Kane," tulisnya.

Kane memang jadi salah satu pemain yang diprotes keras karena masuk daftar ini. Kendati Tottenham mampu tampil heroik sampai final Liga Champions, kontribusi Kane dianggap kurang signifikan lantaran dalam banyak laga penting dia mengalami cedera dan absen.

Satu nama lain yang menuai pro-kontra masuk daftar ini adalah Eden Hazard. Secara individual penampilan Hazard bersama Chelsea musim lalu relatif bagus. Dia mampu mengantarkan The Blues menjuarai Liga Eropa, serta mencetak 16 gol dan 15 assist di EPL. Hanya saja, performa Hazard tentu masih bisa diperdebatkan jika pembandingnya adalah Alisson Becker.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp bahkan sempat mengatakan Liverpool mungkin tak akan meraih gelar apa pun musim ini jika tanpa kontribusi Alisson.

"Jika saya tahu Alisson sebagus ini, saat mendatangkannya saya pasti akan membayar dua kali lipat. Saya tak yakin apakah ada manajer lain yang lebih bangga dari saya," ujar Klopp usai penyelamatan sensasional yang dilakukan Alisson pada laga fase grup Liga Champions kontra Napoli, Desember 2018.


Minim Panelis dari EPL


Pada tahap akhir pemilihan FIFA The Best, akan ada empat golongan yang punya hak pilih, yakni kapten timnas, pelatih timnas di seluruh dunia, media terpilih oleh FIFA, dan suporter yang telah tergabung sebagai member FIFA.

Namun, untuk tahap penyortiran nominasi 10 terbaik, pemilihan dilakukan secara tertutup oleh panel yang terdiri dari 10 legenda sepakbola yang ditunjuk FIFA.

Menurut pernyataan resmi FIFA, 10 orang yang masuk daftar panelis antara lain Franco Baressi, Cha Bumkun, Fabio Capello, Ricki Herbert, Ricardo Kaka, Lothar Matthaeus, Francisco Maturana, Hugo Sanchez, Juan Sebastian Veron, dan Xavi Hernandez.


Jika ditinjau ulang dari 10 nama panelis tersebut, maka menjadi logis alasan mengapa Bernardo Silva atau Alisson tidak masuk dalam daftar pendek kandidat pemenang FIFA The Best.

Ada proporsi yang tidak rasional dari ke-10 panelis. Di antara mereka cuma satu orang yang punya rekam jejak bermain di klub EPL, yakni Juan Sebastian Veron. Pemain asal Argentina ini pernah memperkuat Manchester United dan Chelsea selama musim 2001-2007. Di tengah periode itu pun Veron sempat pula dipinjamkan ke Inter Milan dan Estudiantes.

Fakta bahwa minim panelis dari EPL ini banyak disayangkan, terutama jika melihat proporsi performa tim di kompetisi Eropa musim lalu. Baik di Liga Champions maupun Liga Eropa, seluruh tim yang lolos ke partai final adalah klub asal Inggris.

Baca juga artikel terkait FIFA THE BEST atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - )

Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight