Sejarah Dunia

Fakta Patung Moai di Pulau Paskah yang Jadi Emoji Populer Gen-Z

Kontributor: Rofi Ali Majid, tirto.id - 10 Apr 2023 12:10 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Patung Moai menjadi salah satu emoji di WhatsApp. Bagaimana sejarah Patung Moai di pulau Paskah? Berikut fakta-fakta uniknya.
tirto.id - Patung Moai menginspirasi emoji, stiker, dan meme kepala batu yang kerap digunakan oleh warganet secara sarkastik saat bermedia sosial. Patung Moai ini juga hadir di emoji WhatsApp (WA).

Trillmagz menyebutkan bahwa Patung Moai telah masuk ke dalam jajaran emoji populer di kalangan Gen-Z. Emoji yang sempat diabaikan ini juga berseliweran dalam bentuk stiker dan meme.

Lantas apa arti emoji patung Moai ini? Jika dilihat dari bentuk wajahnya, patung Moai memiliki ekspresi yang sangat datar. Sehingga, banyak orang menggunakan emoji patung Moai untuk mengekspresikan ekspresi datar.

Bagaimana sejarah Patung Moai dan apa saja fakta uniknya?

Merujuk pada lokasi patung tersebut, batu-batu besar berbentuk kepala manusia itu berada di Pulau Paskah, sebuah pulau terisolir di Samudera Pasifik bagian selatan.

Seorang pelaut dan seniman abad ke-19 asal Prancis, Pierre Loti, menulis pandangannya tentang Pulau Paskah dalam sebuah catatan perjalan.

"(Pulau Paskah-red) berada di tengah-tengah lautan luas, di wilayah di mana tidak ada orang berkunjung, sebuah pulau misterius dan terpencil," tulis Loti saat itu, dikutip Smithsonian Magz.

"Pulau ini ditanami patung-patung besar yang mengerikan, saya tidak tahu karya ras apa, hari ini mereka lenyap; Hebatnya, mereka tetap menjadi teka-teki," sambung dia.

Journey Latin America menjelaskan bahwa Pulau Paskah berjarak 3.700 km dari batas garis pantai Chili, salah satu negara di Amerika Selatan.

Secara administratif, pulau seluas 163,6 km persegi tersebut sekarang juga masuk wilayah negara Chile selepas negara itu menjajahnya pada abad ke-19.


patung moai
lima belas patung moai berdiri menonton di Tongariki di Pulau Paskah. Agustus 2012. Jepang Karen Schwartz /AP


Patung Moai di Pulau Paskah dan Fakta Uniknya

Hingga kini belum diketahui siapa pembuat patung-patung Moai di Pulau Paskah. Seorang pelaut asal Inggris, Kapten James Cook, pada tahun 1774 menuliskankan pendapatnya dalam sebuah catatan.

"Kami hampir tidak dapat membayangkan, bagaimana bisa penduduk pulau ini, yang sama sekali belum mengenal teknologi mekanis apa pun, mampu menciptakan patung dalam jumlah luar biasa seperti itu," terang Cook.

Di sisi lain, kondisi Pulau Paskah tempat Patung Moai berada juga masih menyisakan banyak misteri.

Pertanyaan-pertanyaan mengenai kapan orang pertama tiba? Dari mana mereka berasal? Mengapa mereka mengukir patung-patung sebesar itu? Bagaimana mereka memindahkan dan mengangkat patung tersebut? Mengapa setelah berabad-abad, mereka menggulingkan patung-patung ini?

Sudah banyak ilmuwan berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, tetapi jawaban mereka terus berubah dari waktu ke waktu.

Beberapa dekade terakhir, arkeolog mengumpulkan bukti bahwa pemukim pertama di Pulau Paskah berasal dari pulau Polinesia lain. Namun, belum jelas pulau Polinesia yang mana.

Sementara itu, misteri perkiraan waktu orang pertama yang tiba di Pulau Paskah memunculkan beragam jawaban, mulai dari abad pertama hingga keenam Masehi.

Terlepas dari itu, harta budaya dan arkeologi di Pulau Paskah seperti Patung Moai merupakan yang pertama kali terdaftar sebagai Daftar Warisan Dunia UNESCO, dibanding negara dari Kepulauan Pasifik lainnya.

Pulau Paskah yang terisolir itu kini menjelma jadi destinasi wisata populer dunia. Saat berkunjung ke sana, para pelancong bisa melihat patung-patung Moai kuno berdiri gagah di hamparan padang rumput.

Berikut sejumlah fakta unik mengenai Patung Moai di Pulau Paskah:
  • Trillmagz menyebutkan bahwa Patung Moai telah masuk ke dalam jajaran emoji populer di kalangan Gen-Z.
  • Patung Moai dibangun untuk menghormati kepala suku atau orang-orang penting di Pulau Paskah. Penduduk setempat percaya bahwa roh leluhurnya akan mengawasi suku mereka selamanya dan membawa nasib baik.
  • Patung-patung di Pulau Paskah disebut Moai. Kata Moai berasal dari Bahasa Rapa Nui (Bahasa Polinesia Pulau Paskah) yang berarti "sehingga dia (leluhur) bisa ada".
  • Terdapat nyaris 900 Patung Moai di Pulau Paskah, dalam berbagai tahap konstruksi.
  • Berapa tinggi patung Moai? Ukuran rata-rata patung Moai yakni setinggi 13 kaki (3,9 meter) dengan berat 14 ton.
  • Tak satu pun dari patung Moai dalam posisi berdiri saat para ilmuwan pertama kali tiba di Pulau Paskah. Hari ini patung-patung tersebut berdiri karena telah diberdirikan ulang.
  • Nama Pulau Paskah merupakan pemberian dari Jacob Roggeveen, pelaut asal Belanda cum warga Eropa pertama yang berkunjung ke tempat itu pada 5 April 1722, tepat pada Minggu Paskah.

Baca juga artikel terkait SEJARAH atau tulisan menarik lainnya Rofi Ali Majid
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight