tirto.id - Komisi VII DPR RI mendesak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menambah alokasi anggaran pengembangan desa wisata dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027. Sektor ini dinilai terbukti efektif menggerakkan ekonomi daerah, namun dukungan dana dari pemerintah saat ini dianggap masih terlalu minim.
Anggota Komisi VII, Rico Sia, menyampaikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk desa wisata masih terlalu kecil dibandingkan dampak yang dihasilkan.
“Kan selalu saya sampaikan di sini bahwasannya desa wisata ya sudah harga mati, tapi Ibu juga menganggarkan di sini sangat kecil sekali desa wisata itu,” kata Rico Sia, dalam siaran live streaming TVR Parlemen, Rabu, 17 Juni 2026.
Politikus Nasdem itu menjelaskan, desa wisata memiliki efek ekonomi yang besar jika mendapat stimulus dari pemerintah. Sebagai contoh, Desa Wisata Ponggok yang kini mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp12,5 miliar per tahun.
“Itu satu desa bisa menghasilkan Rp12,5 miliar sekarang ini per tahun. Dari sesuatu yang tadinya desa miskin, desa susah, sehingga diberikan bantuan bisa seperti itu,” ujarnya.
Rico Sia menilai, pengembangan desa wisata dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa membutuhkan anggaran yang terlalu besar. Ia mengusulkan adanya tambahan alokasi dana untuk membantu pengembangan desa wisata di berbagai daerah.
DPR juga mendorong Kementerian Pariwisata memperjuangkan penambahan anggaran kepada pemerintah pusat. Pasalnya, sektor pariwisata dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam kesimpulan rapat, Komisi VII DPR RI menyatakan dukungannya terhadap usulan tambahan anggaran Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,99 triliun.
Selain itu, DPR meminta Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas agar kebutuhan anggaran sektor pariwisata dapat terpenuhi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan destinasi wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata.
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































