Menuju konten utama

Dosen UGM yang Tewas Bunuh Diri Dinilai Cerdas oleh Para Koleganya

Korban dikena banyak memiliki karya akademik di jurnal dalam negeri maupun internasional. Tahun lalu korban menyelesaikan selesai S3 dengan hasil cum laude.

Dosen UGM yang Tewas Bunuh Diri Dinilai Cerdas oleh Para Koleganya
Seorang pengendara motor melintas di bundaran Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Rabu (7/11/2018). tirto.id/Irwan A. Syambudi

tirto.id - Meninggalnya dosen Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) BS (55) Yogyakarta karena bunuh diri membuat para kolega korban berduka. Di mata para koleganya, korban merupakan sosok yang cerdas.

Kolega sekaligus atasan korban yakni Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof Nizam melihat almarhum adalah sosok yang cerdas, sederhana dan bersahaja.

“Banyak karya akademisnya di jurnal dalam negeri maupun internasional. Tahun lalu beliau selesai S3 dengan hasil cum laude. Kami semua kehilangan rekan kerja yang sangat baik,” kata Nizam seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tirto, Jumat (16/8/2019).

Teman satu angkatan korban saat kuliah Lukito Edi Nugroho mengatakan bahwa BS adalah dosen dengan penguasaan ilmu yang mumpuni dan ahli di bidang telekomunikasi. Ia juga menulis beberapa buku terkait ilmu tersebut.

“Di kalangan mahasiswa ia dikenal sebagai ahli ilmu dasar, seperti kalkulus, medan listrik magnet dan pengolahan isyarat,” kata Lukito.

Menurut Lukito ilmu-ilmu tersebut selalu dapat dijelaskan oleh almarhum dengan mudah. Bahkan, Lukito sempat mengenang ketika zaman kuliah dulu almarhum pernah mengajarinya tentang materi teori fungsi variabel kompleks dan mata kuliah yang sulit lainnya.

“Cara menjelaskannya membuat sesuatu yang rumit terlihat lebih sederhana,” ujarnya.

Sementara itu kolega korban yang sekaligus Kepala Unit Pengembangan SDM Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM Eka Firmansyah mengatakan bahwa korban sempat mengaku mengalami gangguan syaraf dan keseimbangan hormonal. Inilah yang mengakibatkan kondisi emosinya menjadi tidak stabil.

“Beliau dalam pengobatan dokter dan tengah cuti untuk berobat selama tiga bulan,” kata Eka.

Sebelum ditemukan tewas bunuh diri korban bersama dengan adiknya Yuli Setiyanti (47) berada di rumah. Sekitar pukul 09.00 WIB, Yuli pergi untuk berbelanja ke warung sayur.Saat Yuli pulang sekitar pukul 11.00 WIB, ternyata korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan bahwa korban merupakan dosen UGM aktif yang mengajar S1 maupun S2 di Teknik Elektro UGM.

"Setelah itu kita cek dari data kepegawaian beliau adalah dosen Teknik Elektro UGM. Terus kemudian tim dari Fakultas Teknik dan sebagainya juga mengonfirmasi memang benar kejadian itu," kata Iva.

----------------------------

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Hukum
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Maya Saputri