Menuju konten utama
Niat Puasa Tarwiyah & Arafah

Doa Niat Puasa Idul Adha Hari Pertama dan Kedua: Apakah Wajib?

Berikut bacaan doa niat puasa Idul Adha hari pertama dan kedua. Apakah hukumnya wajib?

Doa Niat Puasa Idul Adha Hari Pertama dan Kedua: Apakah Wajib?
Umat muslim menunaikan ibadah Shalat Idul Adha 1441 H di ruas kolong Tol Ancol, Pademangan, Jakarta, Jumat (31/7/2020). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Bagaimana doa niat puasa Idul Adha hari pertama dan kedua? Apakah puasa Tarwiyah dan Arafah hukumnya wajib? Kapan pelaksanaan puasa sunnah menjelang Idul Adha tersebut?

Jelang datangnya Idul Adha setiap 10 Zulhijah, umat Islam memiliki kesempatan untuk melakukan puasa sunah, yakni Puasa Tarwiyah dan Arafah. Keduanya memiliki keutamaan cukup besar.

Dalil yang kerap dikemukakan untuk pelaksanaan dua puasa sunah tersebut yaitu:

“Puasa pada hari tarwiyah [8 Zulhijah] akan mengampuni dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa hari Arafah [9 Zulhijah] akan mengampuni dosa dua tahun.” (HR. Abusy Syaikh dan Ibnu An Najjar dari Ibnu ‘Abbas)

Puasa tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah, atau dua hari sebelum Idul Adha. Selanjutnya, puasa arafah didirikan setiap 9 Zulhijah, atau sehari sebelum Idul Adha.

Berdasarkan hasil sidang isbat Iduladha 1444 hijriah yang dilakukan Kementerian Agama Republik Indonesia pada 18 Juni 2023, ditetapkan bahwa Hari Raya Kurban 2023 bertepatan dengan 28 Juni 2023. Namun, beberapa kalangan muslim yang lain, Muhammadiyah misalnya, menetapkan bahwa Iduladha jatuh pada 29 Juni.

Artinya, puasa Iduladha hari pertama (Puasa Tarwiyah), untuk kalangan Nahdlatul Ulama dan pemerintah, dilaksanakan pada 26 Juni 2023. Sementara itu, kalangan Muhammadiyah dapat menunaikan puasa sunah Iduladha (Puasa Arafah) pada 27 Juni 2023.

Hukum Puasa Tarwiyah dan Arafah: Apakah Wajib?

Dalil mengenai Puasa Tarwiyah dan Arafah yang diriwayatkan Abusy Syaikh dan Ibnu An Najjar di atas, menurut Syekh Al Albani statusnya daif. Ibnul Jauzi, seperti disebutkan dalam kitab Al Mughni yang ditulis Ibnu Qudamah Al Maqdisi, juga menyatakan hadis tersebut tidak sahih. Menurut Asy Syaukani ada perawi yang tidak memenuhi syarat dalam periwayatannya.

Meski hadis tersebut dhaif, pada puasa arafah memiliki dalil penguat melalui hadis sahih lain. Hukum melaksanakannya adalah sunnah atau dianjurkan. Dalil tuntunan puasa arafah salah satunya yaitu:

“Puasa Arafah [9 Zulhijah] dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura [10 Muharram] akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Puasa Tarwiyah, meski dari sisi tuntunan tidak didukung dalil sahih, masih boleh ditunaikan pada 8 Zulhijah. Alasannya, Rasululllah shallallahu 'alaihi wa sallam melazimkan puasa selama 9 hari di bulan Zulhijah atau dari tanggal 1 sampai 9 Zulhijah. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini [yaitu 10 hari pertama bulan Zulhijah]. Para sahabat bertanya: 'Tidak pula jihad di jalan Allah?' Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, 'Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.'” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Salah satu ibadah yang dapat dilaksanakan untuk mengisi keutamaan 10 hari pertama Zulhijah adalah berpuasa. Hadis dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, istri Rasulullah saw. mengatakan:

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Zulhijah, pada hari Asyura [10 Muharram], berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dengan demikian, umat Islam diperbolehkan melaksanakan puasa sunah di sepanjang 1-9 Zulhijah untuk mendapatkan keutamaan awal Zulhijah. Di sepanjang hari tersebut, terdapat puasa Arafah pada 9 Zulhijah, yang memiliki keutamaan khusus yaitu menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun akan datang. Adapun Puasa Tarwiyah di 8 Zulhijah tetap bisa dilaksanakan dengan keutamaan seperti pada 10 hari pertama Zulhijah.

Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah dapat dilaksanakan umat Islam pada 8 dan 9 Zulhijah. Andaikan hanya ingin melakukan puasa satu hari di waktu Puasa Arafah saja juga tidak mengapa. Niatkan puasa sunah di awal Zulhijah untuk menggapai rida Allah dan memetik buah keutamaan di dalamnya.

Niat puasa Tarwiyah dan Arafah boleh dilafalkan dalam hati. Selama hati memantapkan diri untuk melakukan puasa tersebut, hal tersebut telah mencukupi sebagai syarat niat berpuasa. Namun, bila ingin mengucapkannya pula dengan lisan, lafal berikut dapat digunakan:

1. Niat puasa tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

2. Niat puasa arafah

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لل تعالى

Latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.”

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA 2023 atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Fadli Nasrudin