Ditunda Akibat Corona, Paralimpiade 2020 Diterpa Masalah Keuangan

Oleh: Oryza Aditama - 9 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Penundaan Paralimpiade 2020 akibat pandemi virus Corona COVID-19 membuat pemangku even olahraga ini terancam masalah keuangan.
tirto.id - Pandemi global virus Corona (COVID-19) telah mengakibatkan ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 mengalami penundaan selama setahun. Situasi ini lantas menyeret Komite Paralimpiade Internasional (IPC) dalam masalah keuangan.

“Salah satu dampak nyata akibat penundaan ajang ini adalah keuangan. Pekan ini saja kami harus mengevaluasi sebanyak 150 kontrak yang berkaitan dengan ajang tersebut (Paralimpiade Tokyo),” ungkap Andrew Parsons, Presiden IPC, kepada Reuters seperti dikutip Antara, Kamis (9/4/2020)

Seperti biasanya, Paralimpiade digelar selepas berakhirnya Olimpiade. Menurut rencana awal, even olahraga bagi penyandang disabilitas ini dijadwalkan pada 25 Agustus–6 September 2020, namun kemudian ditunda menjadi 24 Agustus–5 September 2021.

Penundaan hingga tempo setahun lamanya kemudian memunculkan permintaan evaluasi kontrak kerja terhadap para pendukung acara termasuk juga bidang penyiaran. Sejumlah pihak juga menginginkan penundaan pembayaran hingga tahun depan.

“Contohnya penyiaran. Kami tidak menggelar Paralimpiade hingga 2021, jadi mereka juga meminta agar pembayaran agar diundur ke tahun 2021. Hal tersebut bisa kami pahami. Semua rekanan kami sangat mendukung keputusan ini,” jelas Parsons.

“Kami semua merasakan hal yang sama, terdampak akibat penyakit yang merugikan ini” lanjutnya.

Meski demikian menurut laporan Reuters, Parsons enggan menyebutkan besaran nominal kerugian yang harus dipikul termasuk dari bidang penyiaran dan rekanan lain. Mereka hanya memastikan bahwa sejauh ini belum memerlukan intervensi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Kami berupaya untuk memecahkan masalah ini secara internal,” ujar Parsons.

Di samping kerugian dari sisi kerjasama sponsor, Parsons juga menyoroti beban yang harus dipikul para anggota federasi paralimpiade di masing-masing negara. Parsons menyadari banyak di antara anggota federasi yang telah mengeluarkan dana besar untuk biaya akomodasi.


“Ajang yang dibatalkan atau ditunda jelas membebani anggota kami, yang secara umum bukan organisasi besar dan kaya. Jelas mereka tidak kebal terhadap masalah keuangan. Beberapa sudah membayar biaya keikutsertaan, hotel, dan tiket untuk mengikuti Paralimpiade yang akhirnya diundur,” tambah Parsons.

Meski demikian, pria asal Brasil ini berharap agar sejumlah hotel yang telah menjalin kerjasama dengan kontingen paralimpiade, tetap bersedia menyediakan akomodasi bagi mereka pada tahun depan tanpa beban biaya tambahan.

“Skenario terbaik bagi kami yang berkaitan dengan akomodasi adalah hotel-hotel yang telah memiliki perjanjian kerja sama tahun ini, masih bisa memenuhi kebutuhan yang sama pada tahun depan tanpa harus membebankan biaya tambahan,” pungkas Parsons.

Baca juga artikel terkait PARALIMPIADE 2020 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight