Bertemu KSP Moeldoko:

Dirut Jiwasraya Klaim Mayoritas Nasabah Setuju Skema Ganti Rugi

Oleh: Andrian Pratama Taher - 10 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Diundang KSP Moeldoko, Dirut Jiwasraya Hexana menyebut mayoritas nasabah sepakat dengan skema ganti rugi Jiwasraya.
tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu dengan Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko yang didampingi Direktur Utama Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group Robertus Bilitea serta Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta di kantor Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Moeldoko bersama jajarannya meminta kejelasan dari PT Jiwasraya Persero tentang keluhan Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ) beberapa waktu lalu. FNKJ menuntut upaya ganti rugi Jiwasraya setelah perkara korupsi diputus seperti masalah restrukturisasi yang bernada intimidasi, keinginan pembayaran manfaat agar terus berjalan, penghentian propaganda atau pembohongan di ruang publik, dan pembatalan restrukturisasi dengan mengkaji opsi yang lebih solutif.

“Empat poin ini yang disampaikan FNKJ kepada KSP. Kami ingin tahu lebih jelas situasi apa yang dihadapi dan langkah yang akan dilakukan ke depan,” tutur Moeldoko dalam pertemuan, Rabu (10/3/2021).

Moeldoko pun meminta kesediaan Hexana untuk menemui FNKJ bersama KSP. Dari pertemuan tersebut, purnawirawan jenderal bintang empat ini berharap FNKJ dan Jiwasraya bisa saling melengkapi penjelasan mengenai opsi-opsi penyelesaian masalah.


Merespon permintaan Moeldoko, Hexana, Robertus dan Isa siap bertemu dengan FNKJ untuk membahas masalah Jiwasraya.

Hexana lantas menuturkan, pihak Jiwasraya sudah berusaha menyelesaikan masalah lewat sejumlah pertemuan seperti dengan Komisi VI DPR hingga komunikasi secara langsung dengan para nasabah (korporasi, ritel, dan bancassurance).

Dalam pertemuan tersebut, Hexana selaku Dirut Jiwasraya menyebut mayoritas nasabah sepakat dengan skema ganti rugi Jiwasraya.

“Bahkan, sudah 72 persen nasabah bancassurance, 61 persen nasabah korporasi dan 68 persen nasabah ritel sudah setuju restrukturisasi,” jelas Hexana.

Hexana pun menjelaskan, setiap aksi selalu ada legal opinion. Legal opinion yang belum banyak dipahami para nasabah, terutama nasabah bancassurance memicu kesalahpahaman. Ia lantas mengatakan kalau opsi-opsi yang diambil Jiwasraya tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi menjadi salah satu opsi yang paling baik ketimbang bailout atau likuidasi.

Di sisi lain, Direktur Utama IFG Robertus Bilitea memastikan pihaknya terus memproses pemindahan polis Jiwasraya ke IFG Life. IFG Life saat ini masih menunggu izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui opsi ini, polis Jiwasraya akan dikelola oleh IFG Life yang akan mendapat suntikan modal Rp20 triliun dari Pemerintah ditambah dengan Rp4,7 triliun dari IFG sebagai holding.

“Opsi ini merupakan opsi terbaik dalam upaya penyehatan polis Jiwasraya. Dengan modal yang ada, kami harap bisa memastikan keberlangsungan pemindahan polis,” ujar Robertus.

Pada kesempatan yang sama, Direktur JKN Isa menegaskan apa yang disampaikan Hexana dan Robertus merupakan bukti bahwa negara tidak tinggal diam dalam menyelesaikan permasalahan Jiwasraya.

“Apa yang kami lakukan lebih baik dari permasalah asuransi yang lain. Langkah ini memang tidak sempurna, tapi Pemerintah sudah komitmen untuk menyelesaikan,” imbuh Isa.


Baca juga artikel terkait KASUS JIWASRAYA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Bayu Septianto
DarkLight