Gempa Cianjur

Dampak Gempa Cianjur: 37.830 Rumah Rusak, 8.151 Rusak Berat

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 4 Des 2022 20:03 WIB
Per 4 Desember 2022, 8.151 rumah rusak berat, 11.210 rusak sedang, dan 18.469 rumah rusak ringan akibat gempa Cianjur.
tirto.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mencatat sampai hari ini, 4 Desember 2022 sebanyak 37.830 rumah yang terdampak atau rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Jumlah itu merupakan data terbaru terkait kerugian materiel dan sudah terverifikasi hingga hari ini, Minggu, 4 Desember 2022.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur Cecep S. Alamsyah membeberkan, dari total rumah rusak tersebut, ada 8.151 rumah rusak berat akibat gempa di Cianjur. Di mana per kemarin, 3 Desember 2022, terdapat 7.817 rumah rusak berat.

“Kemudian, rumah rusak sedang dari 10.589 [kemarin] menjadi 11.210. [Rumah] rusak ringan dari 17.195 [kemarin] menjadi 18.469,” sambung Cecep via Zoom dalam konferensi pers daring bertajuk “Update Perkembangan Penanganan Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur Hari ke-14”, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube CianjurKab TV pada Minggu (4/12/2022) sore.


Selain rumah-rumah yang rusak akibat gempa di Cianjur, ada infrastruktur-infrastruktur juga yang rusak. Cecep menyebut terdapat 525 fasilitas pendidikan, kemarin ada 518.

“Sementara tempat ibadah masih 269, fasilitas kesehatan masih 14, gedung [atau] kantor masih 17,” ujar dia.

Sementara itu, jumlah kecamatan yang terdampak akibat gempa di Cianjur masih sama seperti kemarin, yakni 16 kecamatan. Keenambelas kecamatan itu adalah Kecamatan Cianjur, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Warung Kondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cugenang, Kecmatan Cibeber, Kecamatan Sukaluyu, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Pacet, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon, Kecamatan Mande, Kecamatan Cipanas, Kecamatan Haurwangi, dan Kecamatan Ciranjang.




Baca juga artikel terkait GEMPA CIANJUR atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight