Daftar Film Karya Hanung Bramantyo Sebelum "Bumi Manusia"

Oleh: Ibnu Azis - 14 Agustus 2019
Dibaca Normal 4 menit
IMDB mencatat Hanung Bramantyo telah melahirkan lebih dari 30 judul film saat terlibat sebagai sutradara.
tirto.id - Sutradara film Bumi Manusia (2019), Hanung Bramantyo, telah melahirkan sejumlah karya di industri perfilman Indonesia. Di antaranya Brownies (2005), Get Married (2007), dan Kamulah Satu-Satunya (2007), yang pada gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 2005 dan 2007, melalui film-film ini, pria kelahiran Yogyakarta itu dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik.

Hanung Bramantyo juga tercatat masuk nominasi Sutradara Terbaik dalam enam gelaran FFI, yakni pada tahun 2009 (Perempuan Berkalung Sorban), 2011 (? dan Tendangan dari Langit), 2012 (Perahu Kertas), 2013 (bersama Hestu Saputra dalam film Cinta Tapi Beda), 2014 (Soekarno), dan 2017 (Kartini).

Berikut ini daftar film karya Hanung Bramantyo sebelum Bumi Manusia, khususnya yang berhasil membuat namanya masuk nominasi termasuk menjadi Sutradara Terbaik di FFI.

Brownies (2005)

Brownies merupakan film bertema romantis yang diproduksi pada 2005 oleh SinemArt. Film ini dibintangi antara lain oleh Marcella Zalianty, Bucek Depp, dan Luna Maya. Brownies melanjtkan tren film dengan tema cinta anak muda setelah film-film sebelumnya seperti Ada Apa Dengan Cinta (2002).

Pada gelaran FFI 2005, Brownies masuk dalam 11 kategori, yang tiga di antaranya berhasil meraih trofi, yakni Aktris Terbaik (Marcella Zalianty), Tata Suara Terbaik (Siti Asifa Nasution), dan tentunya Sutradara Terbaik (Hanung Bramantyo).


Get Married (2007)

Get Married diproduksi oleh StarVision pada 2007 dengan penulis naskah Musfar Yasin. Film ini dibintangi antara lain oleh Nirina Zubir, Aming, Desta, dan Ringgo Agus Rahman. Get Married mengisahkan kehidupan empat pemuda yang mengaku dirinya sebagai orang paling frustasi di dunia.

Selain Nagabonar Jadi 2, Get Married jadi film yang masuk nominasi terbanyak di FFI 2007. Dari 10 nominasi itu, Get Married meraih tiga trofi, yakni Penyuntingan Terbaik (Cesa David Luckmansyah), Aktris Pendukung Terbaik (Meriam Bellina), dan Sutradara Terbaik (Hanung Bramantyo).

Kamulah Satu-Satunya (2007)

Dirilis pada Juli 2017, Kamulah Satu-Satunya dibintangi antara lain oleh Nirina Zubir, Didi Petet, Junior Liem, dan Tarzan. Film ini mengisahkan obsesi Indah (Nirina Zubir), gadis SMA di daerah Bayah, Banten, yang bermimpin untuk bertemu langsung dengan band Bewa 19.

Kamulah Satu-Satunya dan Kala pada gelaran FFI 2007 masuk dalam enam nominasi, di antaranya Sutradara Terbaik (Hanung Bramantyo) dan Pemeran Utama Wanita (Nirina Zubir). Hanung Bramantyo pada FFI 2017 memang jadi Sutradara Terbaik tapi untuk film Get Married yang juga dirilis pada 2007.

Perempuan Berkalung Sorban (2009)

Film dengan tajuk internasional Woman with a Turan ini diputar perdana di bioskop Indonesia pada 15 Januari 2009. Perempuan Berkalung Sorban dibintangi antara lain oleh Revalina S. Temat, Joshua Pandelaki, Nasya Abigail, Widyawati, dan Oka Antara. Film ini dibuat berdasarkan novel berjudul sama tahun 2001 karya Abidah El Khalieqy.

Perempuan Berkalung Sorban dalam FFI 2009 berhasil masuk 7 nominasi salah satunya Sutradara Terbaik. Dari 7 nominasi itu, film ini meraih satu trofi dalam kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik melalui Reza Rahardian.


? (2011)

Film ? yang juga dikenal sebagai Tanda Tanya dirilis pada 7 April 2011. Film yang ditulis oleh Titien Wattimena ini dibintangi antara lain oleh Revalina S. Temat, Reza Rahadian, dan Agus Kuncoro. Tanda Tanya mengusung tema plurarisme agama di Indonesia yang dituangkan ke dalam alur cerita berisar pada interaksi dari tiga keluarga berbeda keyakinan.

Film ? berhasil masuk dalam 9 nominasi di FFI 2011 salah satunya Sutradara Terbaik dan Film Bioskop Terbaik. Hanung Bramantyo saat itu kalah bersaing dengan Ifa Isfansyah (Sang Penari), Bennu Setiawan (Masih Bukan Cinta Biasa), dan Kamila Andini (The Mirror Never Lies). Ifa Isfansyah dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik sedangkan Sang Penari jadi Film Bioskop Terbaik.

Tendangan dari Langit (2011)

Tendangan dari Langit tayang perdana pada 26 Agustus 2011 saat libur lebaran. Film ini mengisahkan Wahyu, remaja 16 tahun dari Desa Langitan di lereng Gunung Bromo yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bermain sepak bola. Film produksi SinemArt ini dibintangi antara lain oleh Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan, Maudy Ayunda, Giorgino Abraham, dan Jordi Onsu.

Tendangan dari Langit pada FF1 2011 masuk dalam 4 nominasi termasuk Sutradara Terbaik dan Film Bioskop Terbaik. Dari 4 nominasi itu, film ini meraih satu trofi dari kategori tata Artistik Terbaik (Fauzi).

Perahu Kertas (2012)

Dirilis pada 16 Agutus 2012, film Perahu Kertas diangkat dari novel berjudul sama karya Dewi Lestari. Film berdurasi 122 menit ini dibintangi antara lain oleh Maudya Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Sylvia Fully, Titi DJ, dan Tio Pakusadewo. Film Perahu Kertas mengisahkan pasang surut hubungan antara dua anak manusia, yaitu Keenan (Adipati Dolken) dan Kugy (Maudya Ayunda).

Dalam gelaran FFI 2012 Perahu Kertas berhasil masuk 4 nominasi termasuk Sutradara Terbaik. Di kategori itu, Hanung Bramantyo bersaing dengan Herwin Novianto (Tanah Surga... Katanya), Erwin Arnada (Rumah di Seribu Ombak), Sammaria Simanjuntak (Demi Ucok), dan Teddy Soeriaatmadja (Lovely Man).

Cinta Tapi Beda (2013)

Film dengan genre drama keluarga ini dirilis pada 27 Desember 2012 dengan durasi 96 menit. Selain Hanung Bramantyo, Hestu Saputra terlibat sebagai sutradara di Cinta Tapi Beda. Diproduksi oleh MVP Pictures, film ini dibintangi antara lain oleh Agni Pratistha, Reza Nangin, dan Choky Sitohang.

Film Cinta Tapi Beda pada FFI 2013 sukses masuk dalam 4 nominasi. Meski Hanung Bramantyo kalah bersaing dalam kategori Sutradara Terbaik, film Cinta Tapi Beda berhasil membawa pulang satu trofi melalui Jajang C. Noer dari kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.


Soekarno (2014)

Film Soekarno diproduksi oleh Dapur Film dan dirilis pada 11 Desember 2013. Film yang ditulis oleh Ben Sihombing ini dibintangi antara lain oleh Ario Bayu, Maudy Koesnaedi, Ratu Tika Bravani, Lukman Sardi, dan Ferry Salim. Soekarno merupakan film biografi presiden pertama Indonesia yang menceritakan tentang kehidupan almarhum Soekarno (Ario Bayu) dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda.

Soekarno pada FF1 2014 masuk dalam 11 nominasi yang 4 di antaranya berhasil meraih trofi, yakni Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Tika Bravani), Editing Terbaik, Tata Busana Terbaik, dan Tata Artistik Terbaik. Hanung Bramantyo kalah bersaing di kategori Sutradara Terbaik dengan Adriyanto Dewo (Tabula Rasa), sementara nominasi lainnya, yakni Lucky Kuswandi (Selamat pagi, Malam), Rako Prijanto (3 Nafas Likas), dan Riri Riza (Sokola Rimba).

Kartini (2017)

Kartini merupakan film biografi dari toko perjuangan emansipasi wanita Indonesia, Kartini, yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Selain Dian, film ini dibintangi antara lain oleh Deddy Sutomo, Christine Hakim, Acha Septriasa, Ayushita, dan Reza Rahadian. Kartini tayang perdana pada 19 April 2017 dengan durasi 122 menit yang diproduksi oleh dua rumah produksi, yakni Legacy Pictures dan Screenplay Films.

Kartini pada gelaran FFI 2017 jadi film yang masuk nomonasi terbanyak di 14 kategori, namun tak berhasil meraih satu trofi pun. Adapun Hanung Bramantyo di kategori Sutradara Terbaik kalah bersaing dengan Edwin (Posesif), dengan nominasi lainnya yaitu Emil Heradi (Night Bus), Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah), Joko Anwar (Pengabdi Setan), dan Ody C. Harahap (Sweet 20).

IMDB mencatat Hanung Bramantyo telah melahirkan lebih dari 30 judul film saat terlibat sebagai sutradara. Adapun film lain karya pria kelahiran 1 Oktober 1975 ini yang direkomendasikan di antaranya yaitu Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta dan Benyamin Biang Kerok (2018), Rudy Habibie (2016), Gending Sriwijaya (2013), Sang Pencerah (2010), serta Jomblo (2006).

Mengenai Bumi Manusia, film terbaru karya Hanung Bramantyo, ditulis oleh Salman Aristo dan dibintangi antara lain oleh Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, dan Donny Damara. Film berdurasi 172 menit ini diproduksi Falcon Pictures.

Bumi Manusia merupakan hasil adaptasi novel Bumi Manusia yang merupakan bagian pertama dari tetralogi Buru. Tiga buku lainnya yaitu Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Bumi Manusia dijadwalkan rilis di bioskop-bioskop Indonesia pada 15 Agustus 2019.


Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Film)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight