Corona Meluas di Italia, Fashion Show Giorgio Armani Digelar Online

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 24 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Akibat wabah virus corona meluas di Italia, Giorgio Armani menggelar fashion show secara online pada Minggu (23/2/2020).
tirto.id - Meluasnya wabah virus corona di Italia yang menyebabkan lebih dari 150 orang positif terjangkit virus COVID-19 itu membuat Rumah mode asal Italia Giorgio Armani menggelar peragaan busana tanpa penonton dalam ruangan pada Minggu (23/2/2020).

Perusahaan legendaris itu pun membatalkan pertunjukan jam 4 sore dan lebih memilih menayangkan pagelaran tersebut lewat internet karena takut virus corona menyebar lebih banyak dan menulari para tamunya.

"Acara akan ditampilkan di balik pintu tertutup, karena perkembangan terbaru dari virus corona di Italia, disiarkan langsung di depan teatro [teater] kosong di situs web Armani, oleh karena itu tolong jangan menghadiri pertunjukan sore ini," kata rumah mode Armani dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Antara, Senin (24/2/2020).

Menurut pernyataan itu, keputusan diambil ketika belasan orang terinfeksi virus corona di daerah Italia Utara dilaporkan pada akhir pekan dan lebih dari 54 kasus muncul di dekat Milan.

"Keputusan diambil untuk melindungi kesejahteraan semua tamu undangan dengan tidak meminta mereka menghadiri ruang yang penuh sesak," jelas rumah mode Armani.

Surat kabar New York Post mewartakan, ini adalah pertama kalinya rumah mode Armani yang berusia 45 tahun itu membatalkan pertunjukan karena masalah kesehatan masyarakat.

Hingga Senin (24/2/2020) per pukul 15.33 WIB, data yang diunggah Johns Hopkins CSSE menyebutkan, jumlah korban meninggal karena virus corona paling banyak berasal dari Provinsi Hubei, Cina-tempat wabah itu pertama kali diketahui, yakni sejumlah 2.495 kematian dengan jumlah kasus keseluruhan 79.434.

Sementara Italia dilaporkan sebanyak 157 kasus dengan jumlah meninggal 3 orang dan hanya 2 orang yang dinyatakan sembuh dari corona.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight