tirto.id - Sikap yang mencerminkan semangat sumpah pemuda adalah pedoman penting bagi seluruh generasi muda Indonesia dalam berperilaku. Ikrar suci ini menjadi landasan kuat untuk terus bersatu demi mewujudkan cita-cita bangsa.
Nilai-nilai positif tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Salah satu contoh perbuatan nyata yang paling sederhana adalah rasa bangga saat menggunakan bahasa Indonesia.
Selain bangga berbahasa nasional, wujud sikap semangat sumpah pemuda juga mencakup tindakan anti-diskriminasi, ketekunan dalam menuntut ilmu, serta aktif bergotong royong. Penerapan hal-hal ini menjaga toleransi dan keharmonisan di tengah keberagaman sosial.
Memahami cara menerapkan nilai-nilai luhur ini sangat krusial bagi kemajuan generasi mendatang. Harapannya, kesadaran ini mampu membangun fondasi yang kokoh untuk menjaga persatuan dan membawa Indonesia ke arah yang lebih maju.
Apa yang Dimaksud dengan Semangat Sumpah Pemuda?
Menurut Madya Ahdiyat dalam Menggali Pondasi Karakter Bangsa dengan Semangat Sumpah Pemuda (2021) semangat Sumpah Pemuda adalah wujud komitmen untuk menjaga dan melestarikan sumpah setia yang pada hakikatnya diucapkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Artinya, semangat Sumpah Pemuda bisa diwujudkan lewat perilaku yang mencerminkan nilai-nilai ikrar tersebut. Sumpah Pemuda sendiri memuat tiga nilai-nilai dasar yang berkaitan dengan persatuan dan nasionalisme.
Ketiga nilai itu adalah komitmen berbahasa satu, berbangsa satu, dan bertumpah darah satu, yaitu Indonesia. Nilai-nilai tersebut tertuang dalam teks Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928.
Menurut Sri Untari, dkk., dalam Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 2 (2019) nilai-nilai Sumpah Pemuda bertujuan untuk menanamkan semangat persatuan dan nasionalisme kepada seluruh pemuda di Indonesia.
Melalui adanya persatuan dan nasionalisme ini, Indonesia diharapkan mampu meraih cita-citanya kala itu, yaitu kemerdekaan. Merujuk modul Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2019), berikut penjabaran nilai-nilai dan sikap yang mencerminkan semangat Sumpah Pemuda sesuai dengan bunyi ikrar:
1. Nilai Sumpah Pemuda bertumpah darah yang satu
Nilai ini berasal dari penggalan ikrar Sumpah Pemuda yang berbunyi, "Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia."Nilai Sumpah Pemuda ini menggambarkan bahwa setiap warga negara Indonesia harus bangga terhadap tanah airnya. Tanah air ini adalah tempat masyarakat dilahirkan, tumbuh, dan berkembang dengan memanfaatkan seluruh kekayaan alam dan sumber dayanya.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap warga negara berbakti kepada negara. Ini bisa diwujudkan lewat ikut berkontribusi pada pembangunan dan menjaga kelestarian alam sekitar demi kemajuan bangsa.
2. Nilai Sumpah Pemuda berbangsa satu
Nilai ini berasal dari bunyi Sumpah Pemuda, "Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia."Nilai berbangsa satu ini menggambarkan soal komitmen pemuda Indonesia untuk selalu mengakui identitas dirinya sebagai bangsa Indonesia. Melalui pengakuan ini, diharapkan setiap pemuda memiliki rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.
Rasa cinta terhadap Indonesia diharapkan dapat membuat individu mau bersatu dengan masyarakat Indonesia lain dan memberikan kontribusi terbaiknya untuk negeri.
3. Nilai Sumpah Pemuda menjunjung bahasa persatuan
Nilai ini berasal dari teks Sumpah Pemuda yang berbunyi, "Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."Nilai ini menggambarkan bahwa pemuda Indonesia akan selalu berkomitmen menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Pasalnya, pada era perjuangan kemerdekaan bahasa Indonesia menjadi sarana untuk memantik semangat persatuan para pejuang.
Meskipun asal daerah setiap orang berbeda, namun mereka tetap menggunakan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menghubungkan antarsuku, daerah, maupun budaya yang berbeda sehingga disebut sebagai bahasa persatuan.
Contoh Sikap yang Mencerminkan Semangat Sumpah Pemuda
Ada berbagai macam contoh perilaku yang mencerminkan semangat Sumpah Pemuda. Masih menurut Untari, salah satu contoh perbuatan yang sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda adalah bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Jika zaman dahulu cita-cita bangsa adalah kemerdekaan, maka di masa sekarang cita-cita bangsa adalah kemajuan dan kesejahteraan di berbagai sektor. Cita-cita ini bisa diraih dengan cara menuntut ilmu setinggi mungkin dan mengasah kemampuan serta kualitas diri.
Melalui upaya-upaya tersebut diharapkan individu dapat meraih prestasi yang berharga dan memajukan bangsa di bidangnya masing-masing.
Contoh perilaku yang mencerminkan semangat Sumpah Pemuda lainnya juga bisa diwujudkan menghindari sikap diskriminasi. Diskriminasi adalah memperlakukan individu atau kelompok secara tidak adil.
Perilaku tidak adil dalam diskriminasi terjadi karena alasan perbedaan suku, ras, agama, jenis kelamin, status sosial, dan kondisi fisik, dan sebagainya.
Diskriminasi adalah tindakan yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa, hak asasi manusia, dan tentunya Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda sangat menjunjung tinggi persatuan dan melarang sikap diskrimiasi.
Sumpah Pemuda juga mengajarkan bahwa di balik perbedaan apapun, selalu ada kesamaan yang bisa mempersatukan antar individu dan kelompok. Ini termasuk kesamaan bahasa yang digunakan, kesamaan kewarganegaraan, dan kesamaan tanah kelahiran, yaitu Indonesia.
Tentu selain perilaku tersebut, masih ada banyak contoh bagaimana cara menerapkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini perilaku dan sikap yang mencerminkan semangat Sumpah Pemuda:
- Bangga mengakui diri sebagai bangsa Indonesia.
- Menjunjung tinggi semangat persatuan dengan seluruh bangsa Indonesia.
- Menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
- Saling mendukung sesama dalam membuat perubahan yang bersifat positif.
- Menghormati perbedaan suku, ras, agama, kebudayaan, dan sebagainya.
- Tidak mudah terpengaruh terhdap provokasi-provokasi yang dilakukan pihak asing untuk memecah belak persatuan.
- Bangga menggunakan produk-produk buatan Indonesia
- Tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, kebudayaan, status sosial, dan sebagainya dalam berteman.
- Menghindari sikap diskriminasi baik di lingkungan sekolah, rumah, pekerjaan, ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya.
- Berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
- Menjaga kerukunan antarwarga yang beragam suku, ras, dan agama.
- Mengikuti upacara bendera dan menghormati simbol-simbol nasional.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan partisipasi dalam politik.
- Mendorong terjadinya toleransi dan dialog antaragama.
- Menjunjung tinggi pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa.
- Mematuhi hukum dan norma sosial.
- Menyebarkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.
- Menghormati hak milik orang lain dan tidak merusak fasilitas bersama.
- Bersedia bekerja sama dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.
- Membuat kebijakan dan keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan umum.
- Menjaga citra Indonesia sehingga selalu dipandang baik di mata internasional.
- Berpartisipasi aktif dalam upaya melestarikan lingkungan Indonesia.
- Memahami dan menghargai keberagaman budaya di Indonesia.
- Mempelajari dan menghargai sejarah pergerakan nasional jelang kemerdekaan.
- Selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Apa yang Menjadi Semangat Sumpah Pemuda?
Semangat Sumpah Pemuda pada hakikatnya adalah wujud komitmen dan sumpah setia untuk menjaga persatuan serta nasionalisme Indonesia. Semangat ini berakar dari tiga nilai dasar yang dicetuskan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, yaitu rasa bangga bertumpah darah satu tanah air, pengakuan atas identitas sebagai satu bangsa, dan kesadaran untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan penghubung keberagaman.
Lebih dari sekadar ikrar sejarah, semangat Sumpah Pemuda merupakan dorongan nyata untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Jika dahulu fokus utamanya adalah meraih kemerdekaan, kini semangat tersebut bertransformasi menjadi kerja keras demi kemajuan dan kesejahteraan negeri. Hal ini diwujudkan melalui kesadaran menuntut ilmu, meningkatkan kualitas diri, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Jika anda ingin mengetahui informasi lainnya seputar Sumpah Pemuda dapat klik tautan di bawah ini.
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id





































