Menuju konten utama

Contoh Kegiatan Hari Pertama Masuk Sekolah setelah Lebaran

Berikut adalah contoh kegiatan saat hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran yang bisa dijadikan referensi.

Contoh Kegiatan Hari Pertama Masuk Sekolah setelah Lebaran
Ilustrasi syawalan halal bihalal. ANTARA/Abdul Fatah.

tirto.id - Berbagai contoh kegiatan saat hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran ini dijadikan rekomendasi untuk mengisi hari pertama masuk sekolah.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah setelah libur Lebaran diprediksi akan berlangsung kembali 6 hari sesudah tanggal 1 Syawal 1445 H. Namun, jadwal ini belum tentu sama pada tiap wilayah di Indonesia.

Terkait dengan jadwal libur sekolah pada Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 H, setiap wilayah di Indonesia memiliki ketentuan masing-masing. Jadwal liburan lebaran ini akan mengacu pada kalender pendidikan yang sudah ditetapkan dinas pendidikan di masing-masing wilayah.

Terlepas dari perbedaan jadwal masuk sekolah setelah libur Lebaran, sebagai guru, Anda tentu harus tetap memiliki rekomendasi berbagai kegiatan yang tepat dan menyenangkan bagi siswa-siswa Anda saat mereka masuk sekolah pertama kali.

Contoh Kegiatan Pertama Masuk Sekolah Setelah Libur Lebaran

Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang bisa murid-murid Anda lakukan, saat pertama kali masuk sekolah setelah libur Lebaran:

1. Syawalan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1445

Kegiatan yang pas saat pertama kali masuk sekolah setelah libur lebaran adalah halal bihalal, saling mengucapkan salam, mohon maaf lahir dan batin, serta selamat Hari Raya Idul Fitri kepada setiap elemen sekolah yang merayakan.

Saat libur, tentu banyak yang tidak bisa untuk mengucapkan selamat Hari Raya. Walaupun sudah ada teknologi komunikasi, semacam WA ataupun media sosial, mengucapkan salam dan selamat secara langsung, tentu akan lebih berkesan dan bermakna bagi masing-masing orang.

2. Makan Bersama Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Setelah saling mengucapkan salam dan selamat kepada seluruh warga sekolah, acara bisa dilanjutkan dengan makan bersama.

Makan bersama ini, tentu saja tidak perlu mewah atau makanan berat. Makanan yang disediakan bisa berupa camilan sederhana, dan disediakan secara swadaya oleh seluruh warga sekolah.

Sambil makan atau ngemil bersama, proses silaturahmi akan berjalan lebih cair. Seluruh warga sekolah pun bisa merasakan kehangatan Lebaran di sekolah

3. Kerja Bakti Membersihkan Sekolah

Selama libur lebaran, yang biasanya berlangsung sepekan, sekolah tentu ditinggal dalam keadaan kosong. Kondisi semacam ini biasanya akan membuat lebih kotor dan berdebu.

Agar kegiatan-belajar mengajar setelah libur Lebaran bisa berjalan dengan baik, tentu diperlukan kondisi sekolah, terutama ruang kelas yang bersih.

Oleh karena itu, saat pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran, seluruh warga sekolah bisa melakukan kerja bakti membersihkan sekolah. Kegiatan ini bisa dilakukan setelah proses halal bihalal dan makan bersama.

4. Membicarakan Jadwal Pelajaran Selanjutnya

Untuk mengingatkan siswa, setelah libur lebaran para guru bisa mengajak siswa membicarakan jadwal pelajaran selanjutnya.

Saat diskusi awal ini, guru bisa menjabarkan apa saja yang tercantum dalam kalender akademik. Guru juga bisa menjabarkan, apa saja yang perlu dipersiapkan oleh para siswa.

Pembicaraan awal ini, tidak perlu dilakukan dalam waktu lama, guru cukup memberikan poin-poin saja. Kemudian, untuk penjabarannya bisa dilakukan pada hari-hari berikutnya.

5. Sharing Tentang Apa Saja Yang Dilakukan selama Libur Lebaran

Momen sharing ini bisa menjadi ajang mengakrabkan diri antara wali kelas dan murid-muridnya. Sharing ini bisa dilakukan di kelas, setelah guru menjabarkan proses belajar mengajar selanjutnya.

Selain menjadi ajang mengakrabkan diri, momen sharing ini juga bisa menjadi ajang pembelajaran bagi para siswa agar lebih berani mengutarakan opini dan pikirannya di depan siswa lain.

Baca juga artikel terkait MASUK SEKOLAH atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Yulaika Ramadhani