Menuju konten utama

Cegah Subvarian Omicron, Indonesia Diminta Perkuat Sistem Kesehatan

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan penyebaran subvarian baru Omicron seperti BA.5.3.1 tinggal menunggu waktu masuk ke RI.

Cegah Subvarian Omicron, Indonesia Diminta Perkuat Sistem Kesehatan
Petugas kesehatan mengambil sampel untuk tes usap RT Polymerase Chain Reaction (PCR) di Skybridge, Bandara SMB II, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (1/11/2021). ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj.

tirto.id - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan oleh Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi penularan sejumlah subvarian baru Omicron.

Dicky mengatakan penyebaran subvarian baru Omicron seperti BA.5.3.1 tinggal menunggu waktu masuk ke Tanah Air. Apalagi Indonesia tidak menutup pintu masuk dari Cina, negara pertama yang melaporkan temuan subvarian yang dijuluki Bad Ned tersebut.

“Bicara bahwa ini misalnya BA.5.3.1 sudah masuk [atau belum ke Indonesia] atau BA.6 atau apa pun, itu perkara waktu ya,” kata Dicky ketika dihubungi reporter Tirto, Rabu (13/7/2022).

Dicky menerangkan dalam waktu kurang dari 3x24 jam suatu penyakit menular bisa berpindah dari satu ujung dunia ke ujung dunia lain, bahkan sudah terjadi sebelum pandemi COVID-19.

“Nah, artinya kalau bicara [apakah BA.5.3.1] ada di Indonesia, kita tinggal menunggu kemampuan deteksi kita. Kecuali, kita negara yang menutup diri, kan enggak,” sambung Dicky.

Menurut Dicky, persoalan saat ini adalah bagaimana pemerintah merespons, memitigasi, hingga memperkuat sistem kesehatan. Sejumlah upaya yang bisa dilakukan pemerintah di antaranya dengan 3T atau pengetesan COVID-19 (testing), penulusuran kontak erat (tracing), dan perawatan pasien COVID-19 (treatment) hingga meningkatkan cakupan vaksinasi hingga dosis ketiga (booster),

Ia menambahkan 5M atau memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas masih penting digalakan dalam mencegah penularan COVID-19.

Selain itu, Dicky menilai masyarakat perlu diberi literasi soal pandemi COVID-19 belum berakhir, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga peningkatan kualitas udara dengan ventilasi sirkulasi. Ia beralasan subvarian Omicron BA.5.3.1 cenderung memiliki kemampuan menurunkan efikasi antibodi (immune escape).

“Kalau ada satu virus yang lebih mampu menyiasati atau luput dari respon antibodi, itu serius,” kata Dicky.

Meski begitu, ia menganjurkan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap hingga booster.

“Di era turunan Omicron saat ini, kita semakin terbuktikan bahwa efektivitas vaksin dalam mencegah keparahan, kematian, itu semakin jelas,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait SUBVARIAN OMICRON atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan