Bupati Flores Timur NTT: 37 dari 63 Korban Hilang Sudah Ditemukan

Oleh: Riyan Setiawan - 5 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Bupati Flores Timur, Anton Hajon memastikan 37 dari 63 korban hilang akibat banjir bandang dan longsor pada Minggu (4/4) dini hari, sudah ditemukan.
tirto.id - Sebanyak 37 dari 63 orang yang hilang akibat banjir bandang dan longsor di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Minggu (4/4) pukul 01.00 WITA kemarin telah ditemukan.

"Total korban yang hilang 63. Dari 63 yang hilang, sudah ditemukan 37 orang," kata Bupati Flores Timur, Anton Hajon kepada wartawan, Senin (5/4/2021).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, penyebab bencana tersebut karena adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3-9 April 2021.

Anton menuturkan dari semua lokasi yang terdampak banjir bandang, wilayah dengan korban terbanyak terdapat di Desa Nelelamadike, Adonara Timur dengan total mencapai 55 orang. Sedangkan wilayah terparah kedua adalah kawasan Waiwerang dan Waiburak, Adonara Timur dengan total 7 orang, sisanya di Desa Oyangbarang ada satu orang.

Kemudian dia menuturkan terdapat tujuh desa yang diterjang banjir bandang yakni, Desa Adonara, Waiwadan, Mewet, Demondei, Oyangbarang, Desa Waiburak, Kelurahan Waiwerang, Desa Dua Nur dan Desa Nele Lama Dike.

"Jadi sebaran bencananya ada di tujuh desa dengan korban jiwa ada di tiga titik tadi," tuturnya.

Bencana alam tidak hanya terjadi di Pulau Adonara, sejumlah kawasan di NTT seperti Kupang, Lembata, dan Larantuka juga dilanda musibah yang sama.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan terdapat banyak kerugian materiil seperti 60 unit rumah terendam lumpur, 17 unit rumah hanyut, lima jembatan putus, dan puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat, ruas jalan Waiwadan-Danibao, dan Numindanibao terputus di empat titik.

Bencana tersebut juga telah memakan korban sebanyak 62 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi.

"Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan," kata Doni melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/4/2021).



Baca juga artikel terkait BANJIR BANDANG NTT atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight