Menuju konten utama

BPKN Kritik Adanya Temuan Biskuit Jamuran untuk Cegah Stunting

BPKN mengimbau agar pemerintah lebih perhatikan pemilihan makanan yang tepat untuk anak, biskuit untuk anak sebenarnya tak mampu memenuhi kebutuhan gizi.

BPKN Kritik Adanya Temuan Biskuit Jamuran untuk Cegah Stunting
Ilustrasi Biskuit Susu. foto/IStockphoto

tirto.id - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengkritisi perihal temuan biskuit rusak hingga berjamur di sejumlah daerah pada program pencegahan stunting di Indonesia.

Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN, Renti Maharaini menyatakan temuan tersebut membuat masyarakat khawatir untuk mengonsumsi.

Menurutnya, otoritas berwenang harus lebih memperhatikan kualitas pemberian makanan tambahan (PMT) berupa biskuit pada program pencegahan stunting di Indonesia.

“Semua biskuit bantuan untuk pencegahan stunting yang berjamur seharusnya melewati proses pengawasan yang ketat oleh otoritas terkait. Kasihan masyarakat yang sudah sangat senang menyambut program tersebut menjadi khawatir jika mengkonsumsi biskuit tersebut

bukanya balita makin sehat malah menjadi sumber penyakit lainya” kata Renti melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/2/2023).

Masyarakat penerima bantuan PMT yang dalam hal ini umunya balita dan anak, kata Renti, merupakan konsumen yang punya hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi produk.

Sebaliknya, pihak penyumbang dalam program PMT berkewajiban menjamin kualitas produk yang akan disumbangkan dalam kondisi yang baik sesuai standar mutu sebagaimana Pasal 4 huruf a jo. Pasal 7 huruf a dan d UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

BPKN pun mengimbau agar lebih memperhatikan pemilihan makanan yang tepat untuk anak, penggunaan biskuit pada anak sebenarnya tak mampu memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Karena bahaya stunting ini lantaran asupan makanan yang kurang baik terkait pemilihan sumber protein yang rupanya masih banyak diabaikan para orang tua," ucapnya.

Baca juga artikel terkait CEGAH STUNTING DI INDONESIA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri