Menuju konten utama

BPBD DKI Perkirakan Pemilik Gedung Terra Drone Rugi Rp2 Miliar

Saat ini tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri masih mengusut sumber utama penyebab kebakaran Gedung Terra Drone.

BPBD DKI Perkirakan Pemilik Gedung Terra Drone Rugi Rp2 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (keempat kiri) meninjau lokasi gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Kebakaran gedung perusahaan penyedia pesawat nirawak untuk industri tersebut mengakibatkan 22 korban meninggal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat kerugian kebakaran Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) siang sekira Rp2 miliar.

"Estimasi kerugian Rp2 miliar," kata Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, M Yohan, dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

Ia belum merinci kerugian apa saja yang dialami Terra Drone. Di satu sisi, Yohan menyebutkan, kebakaran gedung Terra Drone diperkirakan karena gangguan baterai drone.

Kebakaran terjadi pukul 12.43 WIB. Pemadaman kemudian berlangsung hingga 14.55 WIB. Berdasar catatan BPBD DKI, total ada 22 korban meninggal yang terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan.

"Korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramatjati. Lalu, 54 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," sebut Yohan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo, mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran karena baterai drone yang terbakar.

Namun, saat ini tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih mengusut sumber utama penyebab kebakaran.

“Baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim Labfor masih bekerja. Mohon waktunya agar tim Labfor bisa segera menangani dan mengetahui titik sumber api pertama dari kebakaran ini,” ucap Susatyo.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN GEDUNG TERRA DRONE atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto