BNPB Nyatakan Gunung Agung Belum Mengeluarkan Hujan Abu

BNPB Nyatakan Gunung Agung Belum Mengeluarkan Hujan Abu
Petugas dan warga memantau aktifitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (15/9). Sejak Kamis (14/9/2017). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
19 September, 2017 dibaca normal 1:30 menit
BNPB membantah telah terjadi hujan abu di Gunung Agung menyusul beredarnya foto-foto di media sosial yang menggambarkan hujan abu di gunung dengan tinggi 3.142 mdpl itu.
tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan belum terjadi hujan abu vulkanik menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Agung berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). 

"Gunung Agung belum meletus dan belum mengeluarkan hujan abu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dihubungi dari Denpasar, Selasa (19/9/2017).

Hal itu ia ungkapkan menyusul beredarnya foto-foto di media sosial yang menunjukkan hujan abu di Gunung Agung.

"Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya informasi hujan abu dan foto-foto yang beredar di media sosial adalah tidak benar hujan abu dari aktivitas vulkanik Gunung Agung," tegas Sutopo.

Hasil analisis satelit Aqua dan Terra dari Lapan menunjukkan adanya tiga hotspot kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kubu Kabupaten Karangasem atau sebelah utara-timur laut dari kawah Gunung Agung dalam 24 jam terakhir.

Kemungkinan, lanjut dia, abu tersebut merupakan material abu dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sekitar gunung yang disucikan umat Hindu tersebut.

Sutopo melanjutkan, pantauan satelit Himawari dari BMKG juga menunjukkan bahwa belum terdeteksi adanya hujan abu di sekitar gunung setinggi 3.142 mdpl itu.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk tenang dan jangan terpancing isu-isu menyesatkan.

"Saat ini banyak beredar hoax dan informasi yang menyesatkan sehingga menimbulkan keresahan. Sebarkan fakta dan informasi yang benar," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Aktivitas gunung tertinggi di Bali itu terus dipantau oleh PVMBG termasuk setiap informasi disampaikan kepada BNPB dan BPBD agar pemerintah terus mengambil langkah-langkah antisipasi.

Sebelumnya PVMBG menaikkan status aktivitas Gunung Agung dari waspada menjadi siaga atau level tiga terhitung mulai pukul 21.00 WITA, Senin (18/9/2017) berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya.

Dinaikkannya status aktivitas Gunung Agung itu membuat PVMBG juga memperluas larangan bagi masyarakat di sekitar Gunung Agung termasuk pendaki atau wisatawan untuk tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius enam kilometer dari kawah puncak atau pada elevasi di atas 950 meter dari permukaan laut.

Hingga pukul 20.00 WITA Senin (18/9/2017), tercatat dua kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo enam mm dan lama gempa 480 detik dan 18 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo dua hingga 10 mm dengan lama gempa tujuh hingga 40 detik.

Selain itu tercatat 355 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo dua hingga 10 mm dengan lama gempa lima hingga 38 detik, sembilan dan tiga kali Tektonik Jauh.

PVMBG juga mencatat dari tanggal 14 hingga 18 September 2017 pukul 20.00 Wita telah terjadi empat kali gempa yang berpusat di sekitar gunung dengan magnitudo Md 3.11 dan skala MMI II-III di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang.

Baca juga artikel terkait GUNUNG BERAPI atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - dip/dip)

Keyword