Biografi Putri Indahsari Tanjung, Pengusaha Muda Staf Khusus Jokowi

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 22 November 2019
Dibaca Normal 2 menit
Biografi Putri Indahsari Tanjung, pengusaha muda yang jadi staf khusus Presiden Jokowi.
tirto.id - Putri Indahsari Tanjung menjadi satu dari tujuh orang dari kalangan milenial yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi staf khusus. Perempuan berusia 23 tahun ini merupakan pengusaha muda yang bergerak dalam bidang agensi kreatif.

Nama keluarga Tanjung bukanlah nama asing dalam lingkaran pengusaha di Indonesia. Putri adalah anak dari Chairul Tanjung, baron media lewat konglomerasi CT Corp.

Lulusan Academy of Art University di San Francisco, California, ini dipilih Jokowi dalam kapasitasnya sebagai pendiri Creativepreneur Event Creator.

Dalam laman website, Putri Indahsari mendirikan Creativepreneur saat berusia 17 tahun, yang kemudian berkembang sebagai salah satunya "agensi kreatif bagi perusahaan di Indonesia yang ingin merambah pasar milenial."

Ketika terpilih menjadi Staf Khusus Jokowi, Putri Tanjung menjawab keraguan terkait dengan nama pemilik CT Corp yaitu Chairul Tanjung yang merupakan ayah kandung Putri.

"Alhamdulilah, terima kasih Pak Jokowi sudah mempercayai saya untuk jadi staf khusus di umur yang 23 tahun ini. Jadi memang saya dari umur 15 tahun sudah berkarya sendiri, mencoba untuk independen, awalnya memang dari pressure karena orang pasti menyambungkan saya sama bapak saya. Akhirnya saya mau mencoba, saya bisa apa sih sebenarnya?" kata Putri di Istana Merdeka Jakarta, Kamis petang.

"Akhirnya saya di umur 15 tahun mendirikan Creativepreneur. Creativepreneur itu adalah sebuah event organizer, yang khusus menyebarkan virus entrepreneurship ke seluruh Indonesia," tutur Putri, seperti dikutip Antara News.

Putri mengaku usaha yang ia rintis dikemasnya dengan bergaya anak muda karena anak-anak muda itu melihat produk dari sisi kemasannya.

"Karena saya percaya Indonesia butuh lebih banyak lagi anak-anak muda yang kreatif, yang punya entrepreneurship mindset, karena dengan lebih banyak lagi pengusaha muda, pasti masalah masalah di Indonesia lebih banyak solusinya," tambah Putri.

Putri juga menyebut dirinya sebagai Chief Business Officer dari Kreavi, yaitu platform kreatif yang mewadahi 55 ribu creative creators.

"Bayangkan banyak sekali dan kita alhamdulilah sudah bantu juga UMKM untuk repackage produk mereka, mengajarkan mereka tentang branding dan kreatif," ungkap Putri.

Ia yakin potensi ekonomi kreatif di Indonesia sangat luar biasa.

"Apalagi di era digital ini, itu lah kita dibutuhkan anak anak muda. Terima kasih Pak Jokowi kesempatannya, dan semoga kami semua bisa menyuarakan aspirasi anak-anak muda ke istana," ucap Putri.

Kamis petang (21/11) kemarin, di Istana Merdeka Jakarta, Jokowi mengumumkan tujuh dari 12 staf khusus untuk mendampinginya selama pemerintah periode kedua 2019-2024.

Mengenakan busana putih, ketujuh staf khusus itu adalah muka-muka baru, usianya 20-an hingga 30-an tahun, yang ditunjuk Jokowi untuk bertugas "mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang."

"Di sini juga kita lihat anak-anak muda semuanya,” imbuh Jokowi.

Jokowi mengenalkan satu demi satu nama-nama mereka serta mengumumkan latar belakang pendidikan dan kiprah mereka, umumnya adalah entrepreneur, sociopreneur, dan edupreneur—aktivitas bisnis yang dipadu dengan pengembangan sosial, pendidikan, filantropi, dan ekonomi anak muda; pendeknya, merepresentasikan generasi Milenial.

Ketujuh Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial adalah sebagai berikut.
  1. Adamas Belva Syah Devara. Pria berusia 29 tahun ini meraih gelar master dari Harvard University dan Stanford University. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO Ruang Guru.
  2. Putri Indahsari Tanjung, Putri merupakan lulusan Academy of Art di San Fransisco, Amerika Serikat. Putri juga merupakan CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi.
  3. Andi Taufan Garuda Putra Andi yang berusia 32 tahun merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan merupakan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha.
  4. Ayu Kartika Dewi Wanita berusia 36 tahun ini adalah pendiri sekaligus mentor lembaga SabangMerauke. Ia meraih gelar MBA dari Duke University di Amerika Serikat.
  5. Gracia Billy Mambrasar, CEO Kitong Bisa yang berasal dari tanah Papua. Pria berusia 31 tersebut adalah lususan S2 Australian National University (ANU) dan kini tengah menempuh pendidikan master lainnya di Oxford University.
  6. Angkie Yudistia, perempuan berusia 32 tahun ini adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sosiopreneur melalui Thisable Enterprise yang didirikannya. Presiden Jokowi meminta Angkie untuk menjadi juru bicara Presiden di bidang sosial.
  7. Aminuddin Maruf Aminuddin merupakan santri muda berusia 33 tahun. Ia pernah menjadi Ketua Umum PB Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.


Baca juga artikel terkait STAF KHUSUS PRESIDEN atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Humaniora)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight