BI Perkiraan NPI 2019 Membaik Meski Tahun Lalu Defisit USD7,1 M

Oleh: Hendra Friana - 8 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
NPI sepanjang tahun 2018 mengalami defisit cukup parah yakni 7,1 miliar dolar AS.
tirto.id - Prospek Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan akan membaik pada tahun 2019. Direktur Eksekutif Statistik Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati optimistis hal itu akan tercapai seiring dengan prospek ekonomi Indonesia yang masih tetap positif meskipun dibayangi oleh sejumlah risiko global.

Defisit transksi berjalan (CAD) yang melebar hingga 2,98 persen PDB di tahun 2018 akan kembali ke kisaran 2,5 persen. Proyeksi CAD yang lebih rendah itu sejalan dengan langkah-langkah pengendalian impor yang ditempuh oleh pemerintah dan BI.

"Secara keseluruhan, defisit transaksi berjalan Indonesia di tahun 2019 diperkirakan akan turun menuju kisaran 2,5 persen PDB," ujar Yati dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (8/2/2019).

Peningkatan NPI pada 2019 juga akan didukung oleh kinerja transaksi modal dan finansial (TMF) yang diproyeksikan makin membaik seiring berakhirnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Sebab, laju kenaikan Fed Fund Rate (FFR) di tahun ini akan melambat dibandingkan perkiraan sebelumnya, dan tensi perang dagang antara Amerika dan Cina diperkirakan akan mereda.

"Kondisi ini akan membawa aliran dana masuk ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia," imbuh Yati.


Seperti diketahui, pada kuartal IV/2018, NPI mencatatkan surplus sebesar 5,4 miliar dolar AS lantaran adanya peningkatan yang signifikan pada transaksi modal.

Meski demikian, NPI sepanjang tahun 2018 mengalami defisit cukup parah yakni 7,1 miliar dolar AS. Padahal, tahun 2017, NPI masih mencatatkan surplus 11,5 miliar dolar AS.

Hal tersebut terjadi lantaran posisi defisit transaksi berjalan (CAD) melebar menjadi 2,98 persen terhadap PDB, atau sebesar 31,1 miliar dolar AS di tahun 2018.

Surplus TMF sepanjang tahun 2018 mencapai 25,2 miliar dolar AS dengan didukung oleh membaiknya kinerja investasi portfolio, seiring meningkatnya aliran masuk dana asing pada aset keuangan domestik.

Hal ini, kata Yati, menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik. Selain itu, prospek ekonomi Indonesia mendorong pelaku usaha domestik melakukan penarikan simpanan di bank luar negeri untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya.

"Pandangan asing terhadap perekonomian di Indonesia masih baik," ucapnya.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto