Menuju konten utama

BI Pakai Jurus Triple Intervention Hadapi Tarif Impor Trump

BI akan berupaya melakukan penguatan rupiah melalui optimalisasi instrumen triple intervention. Apa itu?

BI Pakai Jurus Triple Intervention Hadapi Tarif Impor Trump
Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

tirto.id - Bank Indonesia (BI) memastikan akan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah ancaman kenaikan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. BI juga akan terus memonitor perkembangan pasar keuangan global.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI akan berupaya melakukan penguatan rupiah melalui optimalisasi instrumen triple intervention. Triple intervention adalah intervensi di pasar valas pada transaksi spot dan DNDF, serta SBN di pasar sekunder.

Langkah ini dilakukan dalam rangka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.

"BI tetap berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah," ujar Ramdan dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).

Ramdan mengatakan, setelah pengumuman tarif impor AS dan disusul oleh pengumuman retaliasi tarif oleh Cina pada 4 April 2025, pasar bergerak dinamis. Di mana pasar saham global mengalami pelemahan dan yield US Treasury mengalami penurunan hingga jatuh ke level terendah sejak Oktober 2024.

Di saat bersamaan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut melemah seiring dengan memanasnya perang dagang Trump mengumumkan kebijakan tarif baru untuk sejumlah negara mitra dagang.

Trump diketahui menetapkan tarif dasar impor baru rata-rata sebesar 10 persen untuk barang impor yang masuk ke AS. Sementara, Indonesia menjadi salah satu korban dengan dikenai tarif 32 persen untuk barang asal Indonesia yang masuk ke AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025) hingga pukul 20.53 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri ambrol ke level Rp17.006 per dolar AS atau mengalami penurunan 1,58 persen.

Baca juga artikel terkait TARIF IMPOR atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang