Kampanye Pencegahan COVID-19

Benarkah Vaksinasi COVID-19 Sebabkan Munculnya Varian Baru Corona?

Oleh: Iswara N Raditya - 18 Juni 2021
Dibaca Normal 2 menit
Vaksinasi COVID-19 merupakan penyebab munculnya varian baru Corona yang saat ini tengah merebak, apakah benar atau hoaks?
tirto.id - Beredar video di sosial media yang menyebutkan bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan penyebab munculnya varian baru Corona yang saat ini tengah merebak. Apakah kabar tersebut benar atau hoaks alias informasi palsu?

Dalam rekaman tersebut ditampilkan pernyataan seorang ahli virologi dan pemenang Nobel Prize dari Perancis, Luc Montagnier. Disebutkan, vaksinasi dapat menyebabkan varian baru COVID-19. Diklaim pula bahwa tingginya vaksinasi di sebuah negara berbanding lurus dengan kenaikan jumlah pasien terinfeksi virus Corona.

Facebook, salah satu plattform sosial media yang digunakan untuk menyebarluaskan postingan tersebut telah bersikap. Pemeriksa fakta independen Facebook menyatakan bahwa informasi dalam rekaman itu adalah palsu lantaran tidak memiliki dasar atau fakta yang kuat.

Dikutip dari laman resmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, sejumlah ahli menyatakan bahwa klaim vaksinasi akan menciptakan varian baru virus Corona adalah TIDAK BENAR.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan faktor yang menyebabkan COVID-19 bermutasi adalah karena karena virus Corona tersebut menyebar secara luas dalam populasi yang besar serta menginfeksi banyak orang.

Ketika virus menyebar luas dalam suatu populasi dan menjangkiti banyak orang, kemungkinan besar akan bermutasi. “Semakin banyak peluang yang dimiliki virus untuk menyebar, semakin banyak ia bereplikasi, dan semakin banyak peluang untuk mengalami perubahan,” sebut WHO.

Reuters melakukan penelusuran cek fakta mengenai klaim tersebut dan memastikan bahwa itu adalah informasi palsu alias hoaks. Tidak ada bukti bahwa vaksinasi COVID-19 telah menyebabkan virus corona asli bermutasi.

Spesialis penyakit menular dari The Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, Dr. Robert Bollinger, menjelaskan bahwa orang yang sudah divaksin akan cenderung kebal terhadap infeksi virus Corona varian baru dan tidak berpotensi menyebarkan varian pula.

Orang yang tidak mendapatkan vaksin justru akan lebih rentan terpapar virus COVID-19 varian baru ketimbang mereka yang sudah menerima vaksinasi. Dari orang terinfeksi tersebut akan menyebarkan lagi ke orang-orang yang tidak divaksin.

Penyebaran dalam tingkat tinggi itulah yang kemudian menciptakan mutasi baru virus COVID-19 hingga menjadi varian baru. Lebih dari 99,9% dari semua varian virus Corona berasal dari dan menyebar ke orang yang tidak divaksin.


Pernyataan serupa juga datang dari Meedan's Health Desk. Dilansir Reuters, Meedan's Health Desk menegaskan bahwa tidak ada bukti vaksin yang diketahui menyebabkan varian baru atau lebih berbahaya dari COVID-19.

“Ketika seseorang divaksinasi, mereka cenderung tidak tertular dan menularkan virus, dan karena itu lebih kecil kemungkinannya untuk tertular dan menularkan varian virus COVID-19. Gagasan bahwa virus akan berevolusi dan tumbuh lebih kuat untuk menghindari vaksin mungkin tampak masuk akal, tetapi tidak ada bukti untuk klaim ini,” beber mereka.

Jika menemukan informasi yang meragukan terkait COVID-19 maupun vaksinasi, cek kebenarannya dengan beberapa cara berikut ini:


Sebagai upaya untuk meminimalisir terpapar COVID-19, termasuk varian barunya, jangan lupa selalu menerapkan 3M, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, memakai masker dengan benar, serta menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19
Banner BNPB. tirto.id/Fuad


____________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Addi M Idhom
DarkLight