Menuju konten utama

Benarkah Madu Bisa Meredakan GERD? Ini Kata Riset

Apakah madu bisa meredakan GERD? Simak apa kata studi soal madu untuk GERD, cara kerja madu dalam meredakan gejalanya, serta tips bagi para penderita GERD.

Benarkah Madu Bisa Meredakan GERD? Ini Kata Riset
Ilustrasi Madu. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pernah dengar tentang madu untuk GERD? GERD bisa sangat mengganggu aktivitas sehingga banyak orang mengonsumsi bahan alami seperti madu untuk mengurangi rasa tak nyaman akibat asam lambung naik. Lalu, apakah madu bisa meredakan GERD? Bagaimana faktanya?

GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi ketika isi lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu dan rasa tak nyaman. Salah satu gejala paling umum adalah heartburn, yaitu sensasi terbakar di dada.

Penyebab GERD yang utama adalah melemahnya lower esophageal sphincter (LES), yaitu otot berbentuk katup yang berada di antara esofagus dan lambung. Ketika LES tidak menutup dengan baik, isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.

Demi meredakan gejalanya yang mengganggu, banyak orang yang mulai mencari pengobatan GERD secara alami, salah satunya dengan madu. Bukan rahasia lagi bila madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena mengandung banyak senyawa bioaktif, termasuk antioksidan.

Karena memiliki banyak khasiat, madu pun dipercaya bisa meredakan gejala GERD seperti heartburn, apalagi tak sedikit orang yang memberikan testimoni positif mengenai hal tersebut.

Namun, apakah madu benar-benar efektif untuk membantu meredakan GERD? Adakah bukti ilmiah madu untuk GERD? Mari kita bedah faktanya di sini.

Benarkah Madu Bisa Meredakan GERD?

ilustrasi sakut perut. - istockphoto

ilustrasi asam lambung naik (GERD). (FOTO/iStockphoto)

Banyak yang percaya bahwa salah satu manfaat madu untuk GERD adalah meredakan gejala heartburn yang sering membuat dada tak nyaman. Hal ini pun pernah diteliti dalam sebuah studi berjudul Application of Manuka Honey in Treatment Patients with GERD oleh Goslinski dkk.

Studi ini bertujuan mengetahui apakah konsumsi madu Manuka bisa membantu pengobatan pasien GERD. Penelitian madu untuk GERD ini dilakukan terhadap 30 pasien yang dibagi menjadi dua, yaitu kelompok yang mengonsumsi madu Manuka dan kelompok placebo.

Studi madu untuk acid reflux ini dilakukan selama empat minggu dan selama itu pula peneliti mengevaluasi perubahan gejala pasien. Hasilnya, peneliti menemukan adanya perbaikan yang lebih besar pada kelompok yang mengonsumsi madu Manuka dibandingkan kelompok placebo.

Setelah dua minggu, 86,7% peserta kelompok Manuka mengalami perbaikan gejala, sedangkan pada kelompok placebo hanya 26,7%. Setelah empat minggu, angka tersebut menjadi 100% pada kelompok Manuka dan 40% pada kelompok placebo.

Tak hanya itu, 73,3% pasien kelompok Manuka menunjukkan perbaikan berdasarkan pemeriksaan jaringan/histopatologi, sedangkan kelompok placebo menunjukkan hasil yang lebih rendah.

Meski hasilnya menjanjikan, perlu diingat bahwa penelitian ini merupakan pilot study dengan jumlah peserta yang kecil sehingga belum cukup untuk menyatakan madu sebagai pengobatan GERD yang terbukti efektif secara umum.

Cara Kerja Madu Meredakan GERD

Ilustrasi Madu

Ilustrasi Madu. foto/istockphoto

Efektivitas madu untuk GERD sudah terbukti secara ilmiah. Pertanyaannya, bagaimana mekanisme madu dalam meredakan gejala GERD?

Merujuk pada studi yang sama, peneliti menduga bahwa manfaat Manuka honey untuk GERD berkaitan dengan sifat fisik dan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

Madu memiliki kepadatan dan viskositas yang tinggi serta tegangan permukaan yang rendah sehingga dapat bertahan lebih lama di kerongkongan seolah membentuk lapisan pada mukosa esofagus.

Secara teoritis, lapisan yang dibentuk madu tersebut dapat membantu melindungi permukaan kerongkongan dari iritasi akibat refluks asam atau ketika isi lambung naik.

Selain itu, madu Manuka memiliki berbagai senyawa bioaktif yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan bakteriostatik, contohnya adalah methylglyoxal (MGO), hidrogen peroksida, dan polifenol.

Kandungan tersebut diduga dapat membantu mengurangi proses peradangan dan mendukung perlindungan mukosa saluran pencernaan.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa mekanisme tersebut tidak berarti madu terbukti menurunkan produksi asam lambung, menghentikan refluks, atau menyembuhkan GERD.

Apakah Semua Jenis Madu Punya Efek yang Sama?

Ada banyak jenis madu yang bisa dikonsumsi, tapi apakah semuanya akan memiliki efek yang sama terhadap gejala GERD? Jawabannya belum tentu. Penelitian madu untuk GERD yang dilakukan sebelumnya secara spesifik menggunakan madu Manuka.

Madu Manuka memiliki karakteristik dan komposisi senyawa bioaktif tertentu, termasuk kandungan MGO dan polifenol yang menjadi salah satu alasan madu ini banyak diteliti untuk berbagai penggunaan kesehatan.

Oleh karena itu, hasil penelitian terhadap madu Manuka tidak dapat langsung digeneralisasi bahwa semua jenis madu memiliki efek yang sama terhadap GERD.

Selain itu, penelitian tersebut hanya melibatkan 30 pasien dan berlangsung selama empat minggu. Peneliti sendiri menyebutkan bahwa studi yang ia lakukan adalah pilot study sehingga dibutuhkan studi klinis lebih lanjut atau penelitian dengan skala yang lebih besar.

Apakah Madu Bisa Menggantikan Obat GERD?

Ilustrasi Madu

Ilustrasi Madu. FOTO/iStockphoto

Riset tentang madu dan GERD menunjukkan hasil yang positif, tapi bagaimanapun juga madu belum bisa dianggap sebagai pengganti obat GERD karena bukti ilmiah mengenai manfaatnya terhadap kondisi ini masih terbatas.

Studi madu untuk asam lambung oleh Goslinski dkk. hanya menunjukkan bahwa madu Manuka berpotensi untuk meredakan gejala GERD, bukan mengatasi atau mengobati sumber masalah dari kondisi tersebut. Jadi, madu pada dasarnya tidak direkomendasikan sebagai obat GERD.

Sementara itu, pedoman klinis dari American College of Gastroenterology (ACG) lebih merekomendasikan proton pump inhibitors (PPI) sebagai salah satu terapi utama untuk pasien dengan GERD.

PPI bekerja dengan menekan produksi asam lambung sehingga dapat membantu mengurangi paparan asam pada kerongkongan dan meredakan gejala GERD.

Salah satu contoh penanganannya, pasien yang mengalami gejala khas GERD seperti heartburn dan regurgitasi tanpa gejala yang lebih berbahaya, ACG merekomendasikan uji coba PPI sekali sehari selama 8 minggu sebelum makan.

Dengan demikian, perlu dipahami bahwa madu sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan obat GERD yang telah dianjurkan atau diresepkan oleh dokter. Jika ingin mengonsumsi madu untuk refluks asam sebagai pelengkap pengobatan, pasien sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Cara Mengurangi Gejala GERD

Ilustrasi GERD

Ilustrasi GERD. Getty Images/iStockphoto

Selain menggunakan madu untuk GERD dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala refluks asam. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba berdasarkan panduan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK):

1. Menurunkan Berat Badan jika Berlebih

Bagi penderita GERD yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi gejala. NIDDK menyarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pola makan sehat yang sesuai guna membantu mencapai berat badan yang lebih ideal.

2. Tidak Makan Setidaknya 3 Jam sebelum Berbaring atau Tidur

Jika gejala GERD sering muncul pada malam hari atau ketika berbaring, cobalah memberi jeda minimal 3 jam antara waktu makan dan tidur. Cara ini dapat membantu mengurangi gejala GERD yang muncul ketika tubuh berada dalam posisi berbaring.

3. Menghindari Makanan yang Memicu Gejala

Setiap orang dapat memiliki pemicu GERD yang berbeda. Namun, beberapa makanan dan minuman yang umum dikaitkan dengan gejala GERD antara lain:

  • Makanan asam seperti buah sitrus dan tomat
  • Minuman beralkohol
  • Cokelat
  • Kopi dan sumber kafein lainnya
  • Makanan tinggi lemak
  • Mint
  • Makanan pedas
NIDDK menyarankan untuk memperhatikan makanan atau minuman yang membuat gejala memburuk, kemudian mengurangi atau menghindarinya secara total jika diperlukan.

Sebagai catatan, tidak semua penderita GERD harus menghindari seluruh makanan yang disebutkan di atas. Beberapa makanan tertentu dapat memicu atau memperburuk gejala pada sebagian orang, tapi mungkin tidak memberikan efek khusus pada sebagian penderita GERD lainnya.

Sangat penting untuk mengamati makanan dan minuman yang dikonsumsi serta mencatat apakah setelah mengonsumsinya muncul atau memburuk gejala GERD. Dengan demikian, pola makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Demikian penjelasan terkait madu untuk GERD. Berdasarkan riset yang ada, madu Manuka dengan karakteristik uniknya memang memiliki potensi untuk meredakan gejala GERD. Namun, hal ini belum menjadi bukti kuat bahwa semua madu akan memberikan efek yang sama.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut demi membuktikan efektivitas madu untuk GERD. Madu juga sebaiknya tidak dijadikan pengganti obat maupun terapi GERD yang dianjurkan oleh dokter. Jika ingin tetap mengonsumsinya, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar keluhan GERD bisa teratasi dengan tepat.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani