BEI Prediksi Jumlah Investor Sumsel Naik Signifikan

- 18 Maret 2016
Dibaca Normal 1 menit
tirto.id - [caption id="attachment_2064" align="alignnone" width="1200"]
Pelajar SMK Bisma Margasari Tegal mendapat penjelasan dari petugas terkait pergerakan indeks harga saham gabungan saat berkunjung di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/2). Kegiatan tersebut sebagai wujud pembelajaran dan pengenalan tentang perkembangan dunia pasar modal di Indonesia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/16.
Ilustrasi ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan[/caption]

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Selatan (Sumsel) optimistis pertumbuhan jumlah investor pasar modal akan signifikan pada 2016. BEI mencatat periode Januari-Februari saja sudah ada 800 orang investor.

"Ini baru dua bulan sudah 800 orang, artinya ada pertumbuhan sangat signifikan di tahun 2016 ini. Target BEI Sumsel mencetak setidaknya 7.000 investor baru," kata Early Saputra, Kepala Perwakilan BEI Sumsel, di Palembang, Jumat, (18/3/2016).

Early menambahkan, jumlah 800 orang tersebut sudah menyamai jumlah investor baru sepanjang 2015 yang mencapai 874 orang. Ia tidak menyangkal bahwa pada tahun 2015 terdapat sejumlah faktor penghambat yang menyebabkan masyarakat kurang berminat di pasar modal. Hambatan itu, terkait dengan gonjang-ganjing ekonomi dunia.

Akan tetapi, perubahan terjadi pada tahun 2016. Menurut Early, masa tersebut sudah berlalu karena sudah ada beberapa indikator perbaikan ekonomi di dalam negeri dan secara global.

"Tahun lalu memang sulit karena pasar memang belum bagus, tapi tahun ini mulai ada gairah. Pengusaha yang semula wait and see mulai berani mengambil keputusan dan masyarakat mulai mau lagi melirik investasi di pasar modal," kata Early.

BEI Sumsel mencatat, nilai transaksi per Januari 2016, yang dihasilkan investor sudah mencapai Rp 20,2 miliar. Sedangkan pada Februari 2016, mencapai Rp 26,67 miliar per hari.

Menurut Early, untuk memanfaatkan momen baik itu, BEI Sumsel fokus membidik kalangan tenaga kerja muda dengan rentang usia 26-30 tahun karena sampai saat ini, tenaga kerja muda masih mendominasi di pasar modal tanah air.

Data BEI terbaru per awal Februari 2016 mencatat jumlah investor berusia 26-30 tahun mendominasi bursa hingga mencapai 4.573 orang.

Adapun rentang usia lain yang turut bermain dalam pasar modal ialah tenaga kerja berusia 21-25 tahun sejumlah 2.187 orang, usia 17-20 tahun sejumlah 853 orang, usia 31-35 tahun sejumlah 1.745 orang, usia 36-40 sejumlah 2.705 orang, usia 41-45 tahun sejumlah 1.719 orang, dan usia 46-50 tahun sejumlah 1.425 orang. (ANT)


Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis:

DarkLight