Bank Sampoerna Peroleh Laba Rp69,74 Miliar

- 31 Maret 2016
tirto.id - [caption id="attachment_55929" align="alignnone" width="1500"]
Teller BNI merapikan lembaran mata uang rupiah dan dolar Amerika di Jakarta, Rabu (15/4). Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pertumbuhan ekonomi global masih moderat dan tidak merata dengan menggarisbawahi perbedaan pertumbuhan negara-negara utama dunia di tengah dampak yang berbeda dari fluktuasi mata uang dan harga minyak yang lebih rendah. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz/15
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari[/caption]

PT Bank Sahabat Sampoerna memperoleh laba sebelum pajak sebesar Rp69,74 miliar pada 2015 atau naik 89,9 persen dibandingkan perolehan laba 2014 sebesar Rp36,72 miliar.

Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah di Jakarta, Kamis, (31/3/2016), mengatakan, pertumbuhan laba tersebut dipicu peningkatan penyaluran kredit dan perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang mengerek pendapatan bunga.

Ia menambahkan, penyaluran kredit Bank Sampoerna pada 2015 mencapai RP4,73 triliun atau tumbuh sebesar 86,2 persen dibanding 2014 yang sebesar Rp2,53 triliun.

"Sekitar 81 persen dari total kredit disalurkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah [UMKM]," kata Ali.

Dengan bertumbuh pesatnya kredit, pendapatan bunga bersih Sampoerna tumbuh 132,6 persen atau menjadi Rp319,03 miliar pada 2015 dari Rp137,18 miliar pada 2014.

Ali mengatakan, pendapatan bunga bersih juga ditopang pendapatan bunga yang meningkat sebesar 85 persen menjadi Rp678,63 miliar pada 2015 dari Rp366,74 miliar pada 2014.

Hal itu juga diikuti dengan pertumbuhan marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang mencapai sebesar 6,28 persen. Sementara itu, DPK tumbuh 82,8 persen menjadi Rp4,96 triliun pada 2015 dari Rp2,71 triliun pada 2014.

Namun, Ali mengakui, komposisi DPK Sampoerna masih didominasi simpanan deposito sebesar 91 persen.

Adapun rasio pinjaman terhadap total simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tumbuh di level 92,86 persen pada Desember 2015 dibandingkan periode yang sama pada 2014 sebesar 90,74 persen. (ANT)

Baca juga artikel terkait ALI RUKMIJAH atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Yantina Debora
Penulis:

DarkLight