Banjir Padang: 600 Rumah Terendam Air dan 1 Jembatan Hanyut

Penulis: Yantina Debora - 3 Nov 2018 07:51 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sebanyak 600 rumah terendam air dan sebuah jembatan hanyut akibat banjir yang melanda Kota Padang.
tirto.id - Sebanyak 600 rumah terendam air akibat banjir yang terjadi di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, pada Jumat (2/11/2018).

Dalam rilis Badan Nasional Penanggunalangan Bencana (BNPB) yang diterima Tirto, bajir serta tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Banjir dan Lonsong melanda Kecamatan Lubuk Kilangan, Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kecamatan Padang Selatan, Kecamatan Padang Utara dan Kecamatan Pauh.

Kerugian materil, akibat banjir tersebut menurut BNPB, kurang lebih 600 Unit rumah terendam dengan tinggi muka air mencapai 80 – 150 cm.

Selain itu, hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Jumat sore menyebabkan kerangka jembatan yang sedang dibangun di Sungai Baringin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Lubuk Kilangan hanyut akibat meluapnya sungai tersebut.

"Kerangka Jembatan besi dengan panjang sekitar delapan meter dan tinggi enam meter tersebut sedang dibangun menghubungkan kampung Beringin dengan Kampung Pulau, namun hanyut akibat derasnya air sungai," kata Lurah Baringin, Kota Padang, Admiral di Padang, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, berdasarkan keterangan dari warga, sekitar pukul 15.30 WIB, kerangka jembatan hanyut hingga 300 meter dari lokasi awal pemasangan dan beberapa besi jembatan juga hanyut terbawa air.

Tidak hanya menghanyutkan jembatan, luapan air menyebabkan jembatan gantung yang berada di sisi rangka jembatan yang sedang dibangun ikut putus dan tidak bisa dilewati.

Ia mengatakan jembatan tersebut cukup vital keberadaannya karena menghubungkan Beringin dengan Bandar Buat dan ketika jembatan tersebut putus maka warga harus memutar sekitar dua kilometer melewati Simpang Patai untuk menuju ke Bandar Buat yang merupakan jalan utama Padang-Indarung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah meninjau lokasi bencana untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.


Baca juga artikel terkait BANJIR PADANG atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora

DarkLight