Banjir Bandang Padang: BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat 7 Hari

Oleh: Maya Saputri - 5 November 2018
"Status tanggap darurat selama tujuh hari terhitung banjir yang terjadi di beberapa lokasi di Padang pada Jumat (2/11)," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Edi Hasymi.
tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari atas bencana alam berupa banjir yang melanda daerah itu pada Jumat (2/11/2018).

"Status tanggap darurat selama tujuh hari terhitung banjir yang terjadi di beberapa lokasi di Padang pada Jumat (2/11/2018)," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Edi Hasymi di Padang, Senin (5/11/2018).

Ada puluhan titik banjir yang sudah ditanggulangi sampai saat ini, di antaranya Kelurahan Alai Parak Kopi, Seberang Padang, dan Koto Baru.

Ia mengatakan prioritas penanganan usai banjir adalah membantu pembersihan rumah warga serta fasilitas umum.

"Pembersihan agak berat karena banjir bermuatan lumpur," katanya.

Pihaknya juga mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk membantu pembersihan, mengingat di sejumlah titik aliran airnya mati.

"Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani material lumpur yang mengering usai banjir," ujarnya.

Selain personel BPBD, pembersihan rumah warga juga dibantu oleh anggota TNI, instansi terkait, komunitas siaga bencana, dan relawan.

Ia memperkirakan pembersihan rumah secara menyeluruh bisa diselesaikan pada Selasa (6/11/2018), termasuk pembersihan pekarangan rumah.

Bencana yang terjadi di Padang pada Jumat (2/11/2018) itu berdampak terhadap enam kecamatan, seperti Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Pauh, Lubuk Kilangan, Padang Selatan, dan Padang Utara.

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan seribuan rumah warga digenangi air dengan tinggi antara 30 hingga 100 cm.

Beberapa kawasan yang digenangi air ketinggian 70 hingga 100 cm adalah Batuang Taba, Gurun Laweh, dan Seberang Padang.

Di RW011 Kelurahan Alai Parak Kopi, luapan air banjir kanal mengakibatkan kerusakan rumah warga, delapan unit di antaranya rusak parah.

Volume air yang meningkat juga mengakibatkan putusnya jembatan di Beringin, Kecamatan Lubuk Kilangan dan di Bungus Timur Lubuk Hitam, Kecamatan Bungus Teluk Kabung Sampai saat ini, pihak terkait masih menghimpun data pasti tentang jumlah kepala keluarga yang terdampak bencana itu.

Baca juga artikel terkait BANJIR BANDANG PADANG atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri