Menuju konten utama

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Muharram, Latin dan Artinya

Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh latin dan artinya dapat dibaca untuk meniatkan puasa sunnah di bulan Muharram ini.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Muharram, Latin dan Artinya
Ilustras berdoa. foto/IStockphoto

tirto.id - Jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Muharram 1445 H jatuh pada minggu pertama di bulan Agustus 2023. Amalan ini jika ditunaikan ibarat telah melaksanakan puasa sepanjang tahun, sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Qatadah al-Anshari:

“Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa sepanjang masa” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Amalan ini dilaksanakan selama tiga hari setiap bulannya kecuali pada bulan Ramadhan atau bertepatan dengan hari-hari haram. Puasa Ayyamul Bidh untuk bulan ini dilaksanakan pada 13-15 Muharram atau bertepatan dengan 31 Juli, 1 dan 2 Agustus 2023 penanggalan Masehi.

Waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh bervariasi didasarkan pada dalil-dalil yang maqbul (diluluskan). Berdasarkan Muhammadiyah.or.id, terdapat 6 variasi pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh antara lain:

  1. Berpuasa pada 13,14 dan 15 bulan Kamariah secara berturut-turut (HR. Turmudzi)
  2. Berpuasa tiga kali pada hari Senin dan Kamis pekan pertama, kemudian hari Senin di pekan selanjutnya (HR. Abu Dawud)
  3. Berpuasa selama tiga hari pada Senin pertama awal bulan dan dua hari Kamis (HR. Nasa'i)
  4. Berpuasa tiga hari di awal bulan yakni tanggal 1, 2, dan 3 (HR. Abu Dawud)
  5. Berpuasa tiga hari dengan tidak ditentukan harinya, apakah di awal, tengah atau di akhir, berturut-turut atau tidak (HR. Abu Dawud)
Adanya variasi ini untuk meringankan umat Islam dalam menunaikan ibadah puasa Ayyamul Bidh. Selain puasa Ayyamul Bidh, terdapat ibadah puasa yang dapat dilaksanakan di bulan Muharram yakni puasa Tasua dan Asyura.

Puasa Tasua dapat ditunaikan pada 9 Muharam atau yang bertepatan dengan 27 Juli 2023 dalam penanggalan Masehi. Untuk puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharam atau jatuh pada 28 Juli 2023.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Latin dan Artinya

Hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad, artinya amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Adapun salah satu keutamaan dalam menunaikan puasa Ayyamul Bidh adalah dengan melafalkan niat.

Niat untuk menunaikan puasa sunnah tidak serupa dengan puasa wajib Ramadhan yang mengharuskan niat diucapkan malam hari hingga sebelum terbitnya fajar shadiq (Subuh). Niat puasa Ayyamul Bidh dapat diucapkan setelah terbitnya fajar selama belum melakukan tindakan yang dapat membatalkan puasa.

Namun pelafalan niat yang diucapkan setelah terbit fajar berbeda dengan yang diucapkan pada malam hari.

Berikut adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dilafalkan pada malam hari untuk meraih keutamaan beserta latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada ayyamul bidh, sunnah karena Allah ta’ala”

Berikut adalah pembacaan niat puasa Ayyamul Bidh setelah terbit fajar beserta latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa ayyamul bidh, sunnah karena Allah ta’ala”

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Dilansir NU Online, keutamaan menunaikan puasa Ayyamul Bidh sungguh besar. Pasalnya dengan menunaikan amalan berpuasa selama tiga hari setiap bulan umat dianggap telah melaksanakan puasa sepanjang tahun.

Hal ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW, sebagai berikut:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَة أَيَّام، فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابهِ الْكَرِيم: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَة فَلهُ عشر أَمْثَالهَا [الأنعام: 160]. اَلْيَوْمُ بِعشْرَةِ أَيَّامٍ (رَوَاهُ ابْن ماجة وَالتِّرْمِذِيّ. وَقَالَ: حسن .وَصَححهُ ابْن حبَان من حَدِيث أبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْه)

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, sungguh Nabi SAW bersabda: ‘Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulai karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS. Al An'am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’” (HR. Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra).

Baca juga artikel terkait MUHARRAM 2023 atau tulisan lainnya dari Aisyah Yuri Oktavania

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Aisyah Yuri Oktavania
Penulis: Aisyah Yuri Oktavania
Editor: Yulaika Ramadhani