tirto.id - Doa menjadi salah satu amalan dalam Islam. Bacaan doa bisa dilafalkan guna mengawali berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk menyisir rambut. Bacaan doa menyisir rambut mencakup bahasa Arab, latin, dan terjemahan.
Bacaan doa menyisir rambut bisa dipelajari dan dilafalkan dalam aktivitas sehari-hari. Ajaran agama Islam selama ini selalu dipenuhi dengan doa guna mengiringi aktivitas kehidupan, termasuk urusan menyisir rambut.
Rutinitas ini disertai doa yang dituntunkan dalam ajaran agama Islam. Alhasil, umat Islam dapat mengamalkan doa menyisir rambut sebagai wujud ketakwaan terhadap Allah Swt.
Setiap rutinitas bisa bernilai pahala di sisi Allah Swt. selama disertai dengan niat ibadah. Begitu pula dengan menyisir rambut, yang dapat diniatkan untuk beribadah sebagai wujud rasa syukur pada Allah atas nikmat yang telah diberikan.

Bacaan Doa Menyisir Rambut, Arab, Latin dan Terjemahan
Menyisir rambut merupakan salah satu dari sekian banyak rutinitas harian yang dilakukan setiap orang. Biasanya, rutinitas ini dilaksanakan usai mandi pagi atau mandi sore dalam rangka membersihkan diri.
Secara umum, menyisir rambut dilakukan bersamaan dengan bercermin. Oleh sebab itu, umat Islam dapat melakukan aktivitas bercermin sembari disertai melafalkan doa sesuai ajaran Islam.

Doa Menyisir Rambut Arab, Latin, dan Terjemahan
Setiap aktivitas tentunya dapat diawali dengan melafalkan bacaan Basmalah. Menurut ajaran Islam, bacaan Basmalah berperan penting dalam memulai berbagai rutinitas atau aktivitas kehidupan.Begitu pula dengan rutinitas harian berupa menyisir rambut. Aktivitas ini bisa diawali dengan melafalkan bacaan doa Basmallah untuk memudahkan rutinitas harian agar selalu dinaungi amal baik.
Berikut lafal doa bacaan basmallah untuk mengawali berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari:
بسم الله الرحمن الرحيم
Latin: Bismillahir rohmanir rohim.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Lafal doa basmallah tersebut dapat diamalkan dengan baik untuk memulai berbagai rutinitas atau aktivitas yang bermanfaat dan bermakna. Meskipun bacaan doa terkesan ringan dan sederhana, tetapi memiliki nilai mulia di sisi Allah Swt.
Selain bacaan doa Basmallah, rutinitas menyisir rambut dalam kehidupan sehari-hari juga dapat diawali dengan membaca doa menyisir rambut. Lafal doa menyisir rambut berikut ini bisa menjadi amalan supaya aktivitas bernilai pahala di sisi Allah Swt:
اَللّهُمَّ حَرِّمُ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلَى النَّارِ
Allahumma harrim sya’rii wa basyarii ‘alan naar
Artinya: "Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka"
Lafal bacaan doa dinukul dari Buku Saku Dirasat Islamiyah, menurut KH Mahir M. Soleh, Lc., dkk. Bacaan doa menyisir rambut juga dapat dilafalkan ketika berwudhu.
Lafalkan doa dalam rangkaian langkah berwudu, ketika membasuh atau mengusap kepala bagian depan dari ubun-ubun sampai sebagian kepala. Bacaan doa menyisir rambut diyakini bisa semakin memudahkan langkah umat Islam dalam rangka mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan melandasi aktivitas hanya untuk mendapatkan rida Allah Swt.

Mengawali rutinitas harian dengan berdoa merupakan amalan salih yang bernilai pahala di sisi Allah Swt. Selain melafalkan doa dalam rutinitas sehari-hari, umat Islam juga disunahkan untuk memerhatikan adab dan tata cara dalam melakukan rutinitas harian.
Begitu pula dengan aktivitas menyisir rambut. Umat perlu melandaskan cara menyisir rambut sebagaimana cara yang disunahkan oleh Rasulullah saw.
Ketika membaca doa menyisir rambut, umat Islam disunahkan menyisir rambut dari sebelah kanan. Tuntunan ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah ra.
كَانَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُلِهِ وَتَرَجُلِهِ وَظُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِهِ.
Artinya: "Rasulullah saw. sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika menyisir rambut, dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik)," (HR. Bukhari).
Berdasarkan penjelasan hadis tersebut, bisa dipahami bahwa Rasulullah saw menyukai untuk mendahulukan sisi kanan dalam berbagai aktivitas. Mulai dari memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, hingga dalam berbagai urusan yang baik.
Doa Bercermin Arab, Latin, dan Terjemahan

Doa bercermin menjadi salah satu doa yang dilafalkan dalam rutinitas harian. Setiap hari, umat Islam akan melakukan aktivitas berulang.
Salah satunya adalah rutinitas bercermin yang dilakukan dalam banyak kesempatan. Aktivitas bercermin memiliki kaitan yang erat dengan bersiap-siap, seperti usai mandi lalu bersiap diri dengan bercermin. Contoh lain adalah ketika menyisir rambut dan berdandan.
Umat Islam dibekali doa mulia yang dapat dilafalkan ketika bercermin. Lafal doa bercermin ini dapat dibaca dengan menggunakan bahasa Arab, latin, dan terjemahan.
Berikut bacaan doa bercermin dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahan:
اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ
Allâhumma kamâ hassanta khalqî fahassin khuluqî.
Artinya:"Hai Tuhanku, sebagaimana telah Kaubaguskan kejadianku, maka baguskanlah perangaiku,".
Doa bercermin bisa dilafalkan ketika berada di depan cermin untuk keperluan memantaskan diri. Makna doa bercermin sungguh sangat mulia, sebab tak hanya berfokus pada keindahan rupa, tetapi juga hati atau perangai.
Lafal doa, baik doa menyisir rambut dan doa bercermin, merupakan dua dari sekian banyak doa aktivitas harian yang perlu diamalkan. Mengawali aktivitas dengan berdoa menjadi sebuah cara untuk mendekatkan diri di sisi Allah Swt. dan menyandarkan setiap aktivitas hanya untuk meraih rida Allah Swt.

Bagaimana Cara Rasulullah saw. Menyisir Rambut?
Rambut merupakan salah satu nikmat pemberian Sang Maha Kuasa yang harus dijaga dan dimuliakan. Rutinitas menyisir dan merawat rambut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga kebersihan dan kerapian, serta keindahan dalam Islam.
Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa Allah Swt. adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Berikut lafal hadisnya:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan,” (HR. Muslim).

Jika dibawa dalam kehidupan sehari-hari, penerapan hadis dapat diturunkan dalam berbagai rutinitas harian. Salah satunya adalah rutinitas merawat dan menyisir rambut.
Rasulullah saw. sebagai pribadi yang mulia dan menjadi suri tauladan untuk merawat serta memuliakan rambut. Cara Rasulullah saw. menyisir rambut patut diteladani umat Islam.
Tak heran jika adab menyisir rambut perlu dipahami guna diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tepatnya ketika menyisir rambut. Beberapa hadis menyebutkan bahwa Rasulullah saw. menyisir rambut dimulai dari sisi kanan rambut terlebih dahulu.
Banyak penjelasan yang menekankan bahwa Rasulullah saw. sangat suka melakukan sesuatu dengan mengutamakan sisi “kanan”. Contohnya makan dengan tangan kanan, memakai alas kaki mendahulukan kaki kanan, hingga berwudu mendahulukan anggota tubuh yang kanan.
Jika membicarakan tentang menyisir rambut, maka Rasulullah saw. mendahulukan menyisir rambut sisi kanan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: «إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُحِبُّ التَّيَمُّنَ فِي طُهُورِهِ إِذَا تَطَهَّرَ، وَفِي تَرَجُّلِهِ إِذَا تَرَجَّلَ، وَفِي انْتِعَالِهِ إِذَا انْتَعَلَ»
Dari A’isyah Radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah Saw itu sangat suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, ketika menyisir, dan ketika menggunakan sandal.”
Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fathul bari menjelaskan bahwa maksud mendahulukan kanan ketika menyisir adalah menyisir rambut dengan mendahulukan bagian rambut sebelah kanan dan menyisir dengan menggunakan tangan kanan.

Selain menggunakan tangan kanan dan memulai menyisir dari sisi kanan, Anas bin Malik r.a. juga menjelaskan bahwa Rasulullah saw. memberi banyak minyak untuk mempercantik rambut saat menyisirnya.
Hadis ini menunjukkan anjuran sunah menjaga kerapian dan memulai menyisir rambut dari sisi kanan. Kendati demikian, rutinitas menyisir rambu tak boleh dilakukan secara berlebihan setiap hari.
Larangan berkaitan dengan kemewahan dan berlebihan dalam mempercantik diri. Hadis yang membahas larangan menyisir rambut setiap hari terdapat dalam kitab sunan Imam An-nasai.
Abu Hurairah meriwayatkan hadis tentang larangan menyisir rambut setiap hari.
قَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُمَشِّطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْم
“Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. melarang kami menyisir rambut setiap hari.”
Menurut penjelasan Ibnu Hajar al-‘Asqalani, konteks sebenarnya hadis Rasulullah saw. di atas adalah maksud larangan menyisir rambut setiap hari merupakan larangan berlebihan dalam kemewahan dan mempercantik diri.
Larangan menyisir rambut setiap hari bukan tentang setiap hari menyisir, melainkan perihal berlebihan dalam berpakaian dan mempercantik diri. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa Rasulullah saw. melafalkan doa, menyisir rambut dari sisi kanan, dan tidak berlebihan dalam menyisir rambut.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































