Naufal Majid

Indeks Tulisan

Hukum
Senin, 16 Mar

Andrie Yunus Diikuti 4 Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras

Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa CCTV di jalur perjalanan mereka sebelum kejadian.
Hukum
Senin, 16 Mar

Polisi Ungkap Rute Pelarian 4 Penyiram Air Keras Andrie KontraS

Polda Metro Jaya memetakan rute pelarian 4 pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dari Senen hingga ke Bogor.
Hukum
Senin, 16 Mar

Polisi Analisis 2.610 Video di 86 Titik CCTV soal Kasus Andrie

Iman mengatakan jumlah rekaman yang diperoleh mencapai ribuan potongan video dengan durasi yang cukup panjang dalam kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
Hukum
Senin, 16 Mar

Polisi Dalami Aktor Intelektual Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Selain menelusuri identitas pelaku lapangan, polisi juga menganalisis pola pergerakan mereka sebelum kejadian melalui pendekatan digital forensik.
Hukum
Senin, 16 Mar

Polisi: Foto Pelaku Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Hasil AI

Polisi menduga penyebaran foto rekayasa AI itu bagian dari upaya jaringan pelaku untuk mengaburkan fakta hukum.
Sosial Budaya
Senin, 16 Mar

Komdigi Sebut Wikimedia Bisa Diakses Lagi setelah Daftar PSE

Pemerintah mengapresiasi komunikasi yang telah dibangun oleh Wikimedia terkait komitmennya untuk memenuhi kewajiban pendaftaran platform digital di RI.
Sosial Budaya
Minggu, 15 Mar

Negara Akan Tanggung Biaya Pengobatan Andrie Yunus

Mugiyanto juga mendorong Polri untuk melakukan percepatan proses penyelidikan dan pengungkapan kasus ini.
Sosial Budaya
Minggu, 15 Mar

Kasus Andrie Yunus Ganggu Posisi Indonesia di Dewan HAM PBB

Wamen HAM meminta Polri untuk mempercepat proses penyelidikan atas penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Sosial Budaya
Minggu, 15 Mar

Cerita Warga Dengar Teriakan Andrie Yunus Saat Disiram Air Keras

Warga setempat mengaku resah dan takut dengan adanya kejadian teror penyiraman air keras seperti itu.
Hukum
Minggu, 15 Mar

Jejak Air Keras Masih Berbekas di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus

KontraS menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia (HAM).