Indeks Tulisan

10 Mei 1998: Negosiasi Utang RI Berakhir tanpa Hasil
Di Tokyo, tim negosiasi utang Indonesia tak berhasil merayu para bankir untuk memperpanjang jangka pengembalian utang.

9 Mei 1998: Reformasi Jangan Korbankan Pembangunan, Kata Soeharto
Soeharto memang secara eksplisit menyatakan niatnya melakukan reformasi, tapi ia masih menyertakan berbagai syaratnya.

8 Mei 1998: DPR Tolak Kenaikan Harga BBM
Pemerintah keluarkan aturan kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik tanpa persetujuan DPR.

7 Mei 1998: Pemerintah Mengklaim Pahami Tuntutan Mahasiswa
Panglima ABRI menyatakan semua komponen pemerintahan memahami tuntutan mahasiswa. Di Bandung, Senat Guru Besar ITB mendukung mahasiswa menyuarakan reformasi.

6 Mei 1998: Kerusuhan Meluas ke Sentimen Rasial
Menkeu Inggris desak Soeharto segera melakukan reformasi. Di dalam negeri, kerusuhan mulai memakan korban etnis minoritas.

5 Mei 1998: Penjarahan Mulai Terjadi
Bantuan IMF akan dicairkan dalam waktu dekat. Sementara penjarahan toko mulai terjadi di beberapa kota.

4 Mei 1998: Harga BBM dan Listrik Naik
Pemerintah menaikkan harga BBM dan TDL karena tak bisa lagi menanggung beban subsidi.

3 Mei 1998: Soeharto Minta Bantuan Dana ke Malaysia
Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Denpasar berinjuk rasa menuntut reformasi politik. Di Kuala Lumpur, PM Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan siap bantu Indonesia.

2 Mei 1998: Soeharto Buka Pintu Reformasi
Soeharto melunak: ia masih membuka pintu reformasi.

1 Mei 1998: Bagi Soeharto, Reformasi Bisa Dilakukan Setelah 2003
Soeharto menyatakan, reformasi bisa dilakukan setelah 2003. Ia juga menuding anasir PKI berada di balik segala kekacauan.
Masuk tirto.id







