Irfan Teguh Pribadi

Irfan Teguh Pribadi bertanggung jawab mengelola program Mozaik yang tayang setiap hari. Program ini membahas peristiwa, tokoh, dan produk dengan pendekatan sejarah. Lulusan Politeknik Negeri Bandung ini biasa menulis dan menyunting isu-isu sosial budaya, sejarah, dan sastra. Sebelum bergabung dengan Tirto pada awal 2018, ia sempat menulis di sejumlah media daerah di Bandung. Juga pernah mengampu kelas literasi dan terlibat dalam penerbitan beberapa buku, di antaranya "Pernik KAA 2015: Serba-serbi Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika" (Ultimus, 2015) dan "Rasia Bandoeng" (Ultimus, 2016).

Indeks Tulisan

Sosial Budaya
Minggu, 21 Okt 2018

"Lili Marleen": Lagu Pasukan Jerman Disadur Jadi Mars Siliwangi

Sebuah lagu bertema perpisahan pada Perang Dunia II menyebar ke pelbagai pelosok dunia dan disukai jutaan tentara.
Sosial Budaya
Selasa, 16 Okt 2018

Tan Joen Liong, Kapitan Tionghoa Bandung Terakhir

Pengangkatan kapitan di komunitas Tionghoa untuk mengontrol perilaku warga dan memudahkan pemerintah kolonial dalam memungut pajak
Humaniora
Sabtu, 13 Okt 2018

Satyagraha Hoerip Mengganyang Lekra lewat Sastra Manikebu

Master cerita.
Menggores pena dalam
prahara sastra.
Sosial Budaya
Selasa, 9 Okt 2018

MTQ: Lahir dari Rahim NU, Pernah Jadi Alat Propaganda Orde Baru

Musabaqah Tilawatil Quran XXVII tahun 2018 digelar di tengah situasi berduka, sebab musibah gempa sedang menghantam sejumlah daerah di Indonesia.
Sosial Budaya
Selasa, 9 Okt 2018

Tragedi Karbala, Kematian Husein bin Ali, dan Terbelahnya Islam

Kobaran duka.
Petaka memecah di
langit Karbala.
Sosial Budaya
Selasa, 9 Okt 2018

Letusan Gunung Galunggung di antara Amanat dan Tragedi

Letusan Gunung Galunggung pada 1982 adalah salah satu bencana terbesar di zaman Orde Baru.
Sosial Budaya
Senin, 8 Okt 2018

Delapan Versi Kisah Pemberontakan Dipati Ukur terhadap Mataram

Bagi sebagian masyarakat Priangan, Dipati Ukur bukan sekadar tokoh dalam sejarah, tapi juga mitos dan sosok legendaris.
Sosial Budaya
Jumat, 5 Okt 2018

Ekspedisi Snellius: Upaya Belanda Mengorek Perairan Timur Nusantara

Setelah Perang Dunia I, Belanda memulai lagi ekspedisi untuk meneliti keanekaragaman alam di perairan Indonesia timur.
Sosial Budaya
Selasa, 2 Okt 2018

Mengapa Sulawesi Rawan Gempa?

Pulau Sulawesi adalah tempat tiga lempeng utama bertemu dan berinteraksi. Dari situlah muncul sesar-sesar yang menyebabkan Sulawesi rawan gempa.
Sosial Budaya
Sabtu, 29 Sept 2018

Jadi PNS Kolonial: Impian Menak Sunda Zaman Belanda

Pemerintah kolonial merekrut banyak menak Sunda sebagai pegawai negeri. Mereka menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam berhubungan dengan rakyat.