Indeks Tulisan

Legalisasi Ganja di Kanada: Antara Pasar Gelap dan Guyuran Uang
Melegalkan ganja bisa berarti menggenjot pajak pendapatan, meningkatkan fasilitas kesehatan publik, menyediakan beasiswa pendidikan, dan mengurangi dominasi pasar gelap yang diisi mafia-mafia culas.

Nasib Buruh H&M Tak Secerah Produknya
Dilecehkan, dipaksa lembur, dan terancam pemecatan setiap waktu. Begitulah hasil laporan terbaru dari kondisi pabrik pemasok H&M dan Gap.

Mengapa SOTR Jadi Ajang Perilaku Vandal?
Beberapa tahun terakhir, SOTR jadi buah bibir tiap Ramadan. Bukan karena substansi kegiatannya, tapi lantaran aksi kekerasan.

Bisakah Crowdfunding Rakyat Melunasi Utang Malaysia?
Korea Selatan membuktikan bahwa sumbangan yang diberikan rakyatnya bisa mengeluarkan negara dari jurang krisis. Namun, hal itu tidak berlaku pada Yunani. Bagaimana dengan Malaysia?

Ketika Pekerja Seks Perancis Bersatu Menuntut Hak-Hak Mereka
Ratusan hostes.
Bersatu dalam tetes
aliran protes.
Bersatu dalam tetes
aliran protes.

Referendum Aborsi di Irlandia: Harapan Baru Kesetaraan Perempuan
Setelah puluhan tahun hidup dengan regulasi aborsi yang diskriminatif, perempuan Irlandia merayakan kemenangannya lewat referendum. Mereka membungkam kelompok konservatif Gereja Katolik.
Akal-Akalan Bank Dunia dalam Mengebiri Hak-Hak Buruh
Bank Dunia baru saja mengeluarkan rekomendasi baru untuk negara-negara berkembang: kurangi peraturan ketenagakerjaan demi menyambut "Revolusi Industri 4.0." Salah satu pokoknya: pemotongan upah buruh.

Teguh Karya: Teater, Sinema, dan Capaian Seorang Maestro
Ditempa di teater, Teguh Karya menjelma jadi sutradara bernas tanah air. Film-filmnya mengangkat narasi pertentangan kelas dan pencarian identitas—sesuatu yang terus ia pertanyakan sebagai seorang minoritas.

Hikayat Nyanyian Terbaru Suporter Liverpool
Terinspirasi lagu disko Italia 1980an, viral berkat media sosial, dan digemakan setiap laga Liga Champions. Inilah lagu terbaru Liverpudlian.

Rumor Kudeta Saudi: Menggoyang Reformasi Mohammed bin Salman?
Suksesi kerajaan, penangkapan para pangeran, kebijakan luar negeri, dan gaya memerintah Mohammed yang dinilai inkompeten menjadi alasannya.
Masuk tirto.id




