Indeks Tulisan
Membaca Fiksi Membuat Kepribadian Lebih Baik
Kutubuku kerap dianggap sebagai makhluk sosial yang buruk: kurang ramah, agak kikuk, bahkan penyendiri.
Menjadi Kaya Berkat Kata-kata
Untuk menjadi kaya, seorang penulis di Indonesia perlu menghasilkan hingga 75 buku dalam setahun. Artinya, ia mesti menulis 14 kata tiap menit selama sepuluh jam saban hari. Kerja ala mitraliur itu dapat menghasilkan kekayaan, tapi, tentu tidak ada jaminan penyakit senewen takkan turut serta.
Berkebun di Tengkuk Penulis
Di Indonesia, para pembajak diperkirakan telah menggarong 30 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 397 miliar rupiah pada 2006. Sayangnya, sangat sedikit kasus pembajakan buku yang dilaporkan ke aparat penegak hukum
Sepeda Motor: Sebab atau Solusi Kemacetan?
Ketika memutuskan untuk melarang penggunaan sepeda motor, pemerintah kota Hanoi barangkali menengok kepada Saudara Tua bangsa-bangsa Asia: Cina.
Virtual Reality, Tak Sekadar Pemuas Seks Khayalan
Sejauh ini Illusion VR semakin berkembang walaupun hanya melayani kebutuhan pria-pria penyuka kartun. Tetapi kelak sistem itu boleh jadi lebih kaya dari pada seks sungguhan, terutama dalam hal pilihan pasangan. Bersiaplah, tahun ini bermacam-macam peranti akan berjajar di rak-rak toko, yang di buat oleh perusahaan-perusahaan ternama. Namun, tidak semua sorak-sorai berarti mendukung. Karena peringatan atas bahaya laten dehumanisasi atau penghilangan “unsur x” yang menjadikan manusia sebagai manusia—berbeda.
Kejiwaan si Pamer Kebugaran
Pamer foto setelah berolahraga sedang jadi tren. Olahraga, berkeringat, foto, unggah. Mengapa orang senang memamerkan foto-fotonya setelah olahraga? Ternyata ini merupakan sebuah bentuk dari narsisme.
Motivasi untuk si Lemah Akal
Meski tak sanggup memahami hal mendasar seperti hukum sebab-akibat, Mario Teguh percaya diri dan terampil bicara berputar-putar dan suaranya empuk. Menurut data tahun 2013, tarif jasa motivator yang senang menyapa audiensnya dengan “Salam Super” ini adalah 110 juta rupiah per jam.

Bukan Cukur Rambut Biasa
Sejak 2010, gerai-gerai barbershop baru muncul dan berlipat ganda dengan cepat di Jakarta, baik di mal-mal, di tepi jalan, maupun di dalam gang-gang.
Efek 24 Menit Celoteh Tanpa Henti Ahok
Sandiaga tentu paham bahwa peristiwa 24 menit itu dapat pula dibaca orang sebagai pantulan kepribadian Ahok, petahana populer yang bakal menjadi pesaing beratnya dalam pemihan kepala daerah Jakarta mendatang. Bahwa Ahok gemar bicara memang bukan informasi baru. Namun, dengan sentuhan kecil, ia dapat diolah menjadi bahan kampanye yang kuat.

Film dan Propaganda
Film memang dapat mengendalikan sentimen orang. Para penguasa bahkan rela mengeluarkan uang besar untuk membuat film yang membuat mereka terlihat seperti pahlawan.
Masuk tirto.id







