Indeks Tulisan

Terjebak Kemelut Revolusi, Komunitas Tionghoa Lahirkan Pao An Tui
Pao An Tui semula berdiri untuk bertahan dari serangan kaum republik yang sembrono. Berakhir dimanfaatkan Belanda.

Novel Burung-burung Manyar & Nasionalisme Orang-orang Kalah
Melalui novel Burung-burung Manyar, Romo Mangun mengajak pembaca memikir ulang nasionalisme. Melampaui pandangan dikotomis dalam membaca sejarah.

Patungan Pembaca Berbuah Piala Thomas Pertama untuk Indonesia
Majalah Star Weekly menggalang dana untuk memulangkan Ferry Sonneville demi turnamen Thomas Cup 1958. Berbuah kemenangan manis dan bersejarah.

Syu'bah Asa: "Kiai" di Tengah Kemelut Ruang Redaksi TEMPO
Syu’bah Asa dipercaya mengasuh rubrik Agama selama 16 tahun hingga dijuluki kiai. Memimpin kawan-kawannya eksodus dari TEMPO.

Ketika I. J. Kasimo Memilih Berseberangan dengan Bung Karno
Dalam beberapa hal I. J. Kasimo berseberangan dengan Sukarno, misalnya soal bagaimana menjalankan demokrasi; tapi pada hal lain keduanya seiring sejalan.

Cara Belanda Peralat Tionghoa sebagai Kepanjangan Tangan Kolonial
Hubungan kaum peranakan Tionghoa dan Belanda tak selamanya harmonis. Pernah jadi korban genosida dan dimanfaatkan Belanda untuk memungut pajak.

Membaca Roman Atheis, Mendedah Alam Pikiran Achdiat K. Mihardja
Achdiat menampik roman Atheis sebagai simbol kemenangan suatu paham atas paham yang lain. Ia adalah cermin kompleksitas pemikiran Achdiat.

Kepergian Baharuddin Lopa Saat Membongkar Kasus Korupsi Besar
Jaksa Agung Baharuddin Lopa berusaha membongkar kasus-kasus kakap, termasuk menguber Soeharto. Namun, ia cepat pergi tak lama setelah dilantik.

Mereka yang Protes dan Melawan Pemberedelan TEMPO 1994
Soeharto murka dan memberedel tiga media sekaligus. Kali ini, masyarakat tak tinggal diam dan memprotes rezim.

Di mana Kaum Pergerakan Berembuk, Ada PID Siap Menggebuk
Situasi perang jadi alasan pemerintah kolonial membentuk dinas intelijen politik. Bertugas mengawasi hingga menindak keras kaum pergerakan.
Masuk tirto.id








