Indeks Tulisan
Merindukan Seks Setelah Ditinggal Pasangan
Bicara seks tak cuma tabu untuk para bocah. Saat seseorang sudah berumur, menikah, lantas ditinggal mati pasangan, seks juga masih jadi topik tabu. Saking tabunya bisa berakhir dengan depresi.
Manusia Kerap Berpikir Dirinya Lebih Baik daripada Aslinya
Jika dunia ini dibagi dua: 50 persen orang baik, 50 persen orang jahat, ada 98 persen orang di dunia yang menganggap dirinya masuk kategori pertama. Yakin?
Yang (Tak Perlu) Diributkan dari Film Beauty and The Beast
Yang disebut "momen gay" dalam film versi live-action—aksi nyata—Beauty and The Beast ini ternyata biasa-biasa saja.

Bias Gender Bisa Bermula dari Mainan
Tanpa sadar, orang tua dan toko mainan memberikan stereotip pada mainan anak-anak. Benarkah demikian?
Meningitis: Dari Sakit Kepala Hingga Risiko Meninggal Dunia
Pertanda paling awam yang muncul adalah demam tinggi tiba-tiba, dan sakit kepala yang dahsyat sampai bikin meringis. Penyakit mematikan ini dikenal dengan nama meningitis.
Cara Indonesia Memperlakukan Perempuan
Di Indonesia, kesenjangan gaji yang diterima perempuan dan laki-laki masih tinggi. Jika dirata-ratakan, perempuan cuma mendapat 68 persen dari gaji yang didapat laki-laki.

Catfishing: Tipu Muslihat Gebetan Khayalan
Seseorang dengan foto profil rupawan menyapamu lewat media sosial atau aplikasi pesan lainnya. Sebelum jatuh hati, silakan mawas diri. Bisa jadi mereka Catfish.
Membaca Karakter Seseorang Lewat Nama
Baru-baru ini, ada riset yang menyebutkan bahwa ada stereotip-stereotip dalam nama-nama kita.

Lebih Semangat Bekerja dengan Kebun di Kantor
Mengurangi emisi karbon dioksida, menciptakan sistem ketahanan pangan, mengurangi biaya distribusi makanan, memproduksi kualitas udara yang lebih sehat, mengurangi jumlah pegawai yang bolos, hingga meningkatkan kinerjanya. Faedah konsep kebun di kantor mungkin mulai bisa dipopulerkan.
Sulitnya Merontokkan Radikalisme
Paham, kelompok, dan organisasi yang anti-konstitusi dasar Indonesia bermunculan. Tentu paham tidak diberangus dengan represif. Namun, jaminan kebebasan berpendapat bukan berarti pembiaran atas radikalisme.
Masuk tirto.id







