Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Jokowi Tambah Penerima KIP Jadi 18,6 Juta Siswa di 2024
Presiden Jokowi menjelaskan penerima kartu Indonesia Pintar pada 2024 akan bertambah menjadi 18,6 juta.

Gibran: Terbukti B40 Mampu Menurunkan Nilai Impor Minyak RI
Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran, berharap Indonesia terus mendorong transisi menuju energi hijau dan tidak tergantung dengan energi fosil.

Potret Sentimen Debat Cawapres di Media Sosial, Siapa Unggul?
Data Drone Emprit sebut Muhamin dan Mahfud mendapat sentimen positif tertinggi, sementara Gibran lebih besar sentimen negatifnya.

Jokowi Kuncurkan Rp14,6 T untuk Perbaikan Jalan Daerah di 2023
Kementerian PUPR membangun ruas jalan tersebut tidak dengan aspal, melainkan rigid beton agar lebih awet, mengingat banyak truk pasir yang melintas.

Istana Jelaskan Alasan Budi Arie Ditunjuk jadi Menlu Ad Interim
Ari Dwipayana mengatakan penunjukan menlu ad interim bukan berarti berkaitan isu santer pengunduran diri sejumlah menteri.

Stafsus Presiden Bantah Kabar Jokowi Minta Ketemu Megawati
Tidak ada pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati dalam waktu dekat.

Food Estate Disindir Gagal, Pemerintah: Terus Disempurnakan
Pemerintah menegaskan bahwa program food estate bukan gagal melainkan terus dievaluasi untuk disempurnakan.

Jokowi Janji Bansos Disalurkan hingga Juni Jika APBN Kuat
Jokowi mengatakan bantuan pangan akan dilanjutkan hingga Juni 2024 jika APBN kuat.

Karut-marut Logistik Pemilu di LN dan Hak Politik yang Terancam
Menurut Migrant Care, salah satu kerawanan pada Pemilu 2024 di luar negeri adalah metode pemungutan suara, yakni lewat kotak suara keliling dan pos.

Moeldoko Nilai Isu Sri Mulyani Mundur untuk Goyang Pemerintah
Moeldoko menuding kabar 15 menteri Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menkeu Sri Mulyani mundur adalah upaya menggoyang kestabilan pemerintahan.
Masuk tirto.id







