Aditya Widya Putri

Aditya Widya Putri adalah seorang jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang kesehatan, sains, lingkungan, sosial, dan budaya pop. Beliau telah bekerja dengan beberapa media online dan majalah. Saat ini, Aditya Widya Putri bekerja sebagai jurnalis kesehatan dan sains di Tirto.ID sejak Maret 2016 hingga sekarang, selama 7 tahun 1 bulan. Kantor Tirto.ID berlokasi di Jakarta.

Indeks Tulisan

Sosial Budaya
Rabu, 30 Agt 2017

Beras Plastik: Rumor atau Fakta?

Beberapa kali ramai rumor soal adanya beras plastik. Namun, ahli pertanian membantahnya.
Pendidikan
Senin, 28 Agt 2017

Jangan Ajarkan Calistung kepada Anak TK

Anak-anak di bawah tujuh tahun harus lebih didorong prakarsa dan daya kreatifnya, bukan calistung.
Kesehatan
Senin, 28 Agt 2017

Pro-Kontra Soal Tali Pusat

Beragam metode pengasuhan anak dengan konsep “back to nature” menjadi tren. Salah satunya adalah lotus birth.
Sosial Budaya
Senin, 28 Agt 2017

Mengamen dengan Ondel-Ondel = Merusak Tradisi?

Alwi Shahab menyarankan agar mengamen tak memakai ondel-ondel, tapi sejarawan J.J. Rizal berpendapat sebaliknya.
Pendidikan
Minggu, 27 Agt 2017

Anak Batita Diajari Membaca?

Pro-kontra metode Glenn Doman, metode yang membantu anak belajar membaca sebelum umur tiga tahun.
Kesehatan
Sabtu, 26 Agt 2017

Alasan dan Pilihan untuk Persalinan Caesar

Persalinan caesar adalah tindakan medis yang tidak terkait dengan jin seperti dalam ceramah Zulkifli Muhammad Ali.
Sosial Budaya
Kamis, 24 Agt 2017

Donasi lewat Media Sosial Tak Selalu Tepat Sasaran

Akun-akun yang mengelola donasi online seharusnya melakukan pengecekan ulang tentang orang yang akan disumbang.
Kesehatan
Selasa, 22 Agt 2017

Masalah Indonesia sebagai Negara Sarang Ular

Kesalahan besar dalam pengobatan gigitan ular adalah menghisap, memotong, dan mengikat luka.
Gws
Senin, 21 Agt 2017

Jalan Lain bagi Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Pasien penyakit ginjal kronis tak selalu harus melakukan cuci darah di rumah sakit.
Kesehatan
Senin, 21 Agt 2017

Buah Ciplukan yang Sedang Naik Daun

Kini, harga buah kecil kecut ini mencapai Rp500 ribu per kilo.