tirto.id - Lomba makan kerupuk 17 Agustus memiliki sejarah dan makna tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Simak artikel ini untuk mengetahui peraturan lomba makan kerupuk dan cara memenangkan permainannya.
Pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) setiap tahun, masyarakat Indonesia kerap mengadakan lomba 17 Agustus. Salah satunya adalah lomba makan kerupuk.
Lomba makan kerupuk untuk perayaan HUT RI ke-80 atau 17 Agustus 2025 ini cukup praktis bagi panitia. Di samping itu, lomba dapat diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Sejarah Lomba Makan Kerupuk
Mengutip akun Instagram Kemendikbud, lomba makan kerupuk pada awalnya dilakukan oleh golongan menengah ke bawah. Namun demikian, sekarang lomba makan kerupuk dapat diikuti siapapun.
Sejarah lomba makan kerupuk berkaitan dengan makanan berupa kerupuk pada masa sebelum kemerdekaan. Pada 1930-1940an, Indonesia berada di dalam kondisi krisis ekonomi maupun kebutuhan pangan.
Oleh sebab itu, kerupuk yang harganya terjangkau menjadi salah satu makanan penyambung hidup bagi kalangan menengah ke bawah. Adapun masyarakat Indonesia baru menggelar lomba makan kerupuk pada 1950-an.
Makna lomba makan kerupuk memiliki hubungan dengan sejarah penyelenggaraannya. Lomba makan kerupuk mengandung makna bahwa masyarakat Indonesia mampu bertahan hidup di dalam kesulitan.
Berikut contoh gambar lomba makan kerupuk anak-anak.

Aturan Lomba Makan Kerupuk
Secara umum, lomba makan kerupuk hanya membutuhkan kerupuk yang sudah diikat dengan tali. Kemudian panitia bisa menyiapkan alat atau bambu untuk menggantungkan tali dan kerupuk.
Biasanya, kerupuk yang dipakai untuk perlombaan adalah kerupuk putih. Adapun peraturan lomba makan kerupuk adalah peserta yang paling cepat menghabiskan kerupuk menjadi pemenang.
Adapun peraturan lomba makan kerupuk peserta tidak boleh menggunakan bantuan tangan selama lomba. Ada kalanya tangan peserta diikat dengan tali atau diwajibkan berada di belakang punggung.
Aturan ini dapat dibuat lebih rinci untuk membuat lomba makan kerupuk semakin seru. Contohnya lomba makan kerupuk dengan mata yang ditutup kain hitam atau bahan lain.
Peserta juga bisa diatur berjarak sekitar 0,5 hingga 1 m dari tempat kerupuk digantung. Berikutnya, peserta lomba makan kerupuk diminta untuk berputar sebanyak 3 kali.
Dengan demikian, ada kemungkinan peserta tersebut mengalami disorientasi arah. Tantangan bukan hanya pada siapa paling cepat memakan kerupuk, tetapi juga siapa paling tepat berjalan ke arah kerupuk.
Aturan lain yang bisa ditambahkan untuk lomba makan kerupuk adalah katrol. Lomba ini berbeda dengan lomba makan kerupuk biasanya.
Dalam lomba kerupuk katrol, ujung tali yang lain itu diikat di jempol kaki peserta. Sementara itu, kerupuk dan tali tetap digantungkan pada alat atau bambu.
Tantangannya, peserta yang berusaha menggigit kerupuk harus mengoordinasikan mulut dan kakinya. Agar kerupuk bisa turun dan dimakan, peserta harus mengangkat kaki yang terikat tali.
Jika kaki peserta turun, kerupuk akan semakin tinggi dan tidak bisa diraih mulut. Semakin tinggi kaki peserta diangkat, semakin mudah pula kerupuk dapat digigit.
Tantangan lomba makan kerupuk katrol ini bukan menentukan siapa yang cepat memakan kerupuk. Namun perlombaan berfokus pada keseimbangan berdiri dengan satu kaki dan satu kaki lain sebagai katrolnya.
Cara Bermain Lomba Makan Kerupuk
Cara menang lomba makan kerupuk 17 Agustus meliputi trik tertentu. Pada dasarnya, lomba makan kerupuk adalah lomba tentang siapa yang paling cepat menghabiskan kerupuk.
Oleh karena itu, peserta harus memperhatikan ketekunan dan kejelian. Langkah yang harus diperhatikan pertama-tama adalah menggigit kerupuk mulai dari bagian paling bawah.
Seandainya sudah mulai melakukan gigitan, jangan lepaskan kerupuk. Pasalnya, jika kerupuk terlepas kembali dari gigitan, kerupuk akan kembali bergoyang sehingga kita kehilangan momentum.
Jangan langsung menyantap dengan porsi besar atau menelan langsung karena memungkinkan kerupuk kembali terlepas. Sebaiknya, gigit secara bertahap dan telan sedikit demi sedikit.
Jika kerupuk sudah mulai habis dan tersisa sedikit potongan, tarik kerupuk tadi hingga lepas dari tali. Jika kerupuk dilepaskan, tingkat kesulitannya akan semakin tinggi.
Pasalnya, potongan kecil kerupuk yang menggantung akan lebih sulit diraih daripada kerupuk utuh.
Tirto telah merangkum berbagai informasi seputar lomba makan kerupuk atau jenis kegiatan kemerdekaan lainnya. Pastikan untuk terus memantau informasi terbaru tentang HUT RI 2025 di sini.
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id



































