Menuju konten utama

Arus Balik: 197.747 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek, Naik 41,8%

Widiyatmiko menyampaikan jika lonjakan tersebut terdistribusi melalui empat gerbang tol utama, yakni Halim, Cikunir 6, Cikupa, dan Ciawi 2.

Arus Balik: 197.747 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek, Naik 41,8%
Volume lalu lintas di sekitar jalan tol wilayah Jabodetabek mulai mengalami peningkatan menjelang libur Idulfitri 1447 H/2026. PT Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan yang melintas dari Jabodetabek menuju Merak melalui Gerbang Tol Cikupa tercatat sebanyak 44.499 kendaraan pada Senin (16/3/2026). FOTO/Dok: Jasamarga
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, mengungkap adanya peningkatan volume kendaraan yang melintas di sejumlah gerbang tol secara signifikan dalam arus balik Lebaran 1447 Hijriah menuju wilayah Jabodetabek.

“Total sebanyak 197.747 kendaraan atau meningkat 41,80% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 139.450 kendaraan transaksi yang kembali menuju Jabodetabek,” kata Widiyatmiko dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).

Widiyatmiko menyampaikan jika lonjakan tersebut terdistribusi melalui empat gerbang tol utama, yakni Halim, Cikunir 6, Cikupa, dan Ciawi 2. Di antara titik tersebut, peningkatan paling mencolok terjadi di Gerbang Tol Cikunir 6. Di Gerbang Tol Halim, peningkatan juga terjadi meski tidak sebesar di Cikunir.

“Volume lalu lintas transaksi di GT (gerbang tol) Cikunir arah Jakarta mengalami kenaikan signifikan, tercatat sebanyak 22.680 kendaraan melintas atau meningkat sebanyak 273,09% terhadap lalu lintas transaksi normal sebanyak 6.079 kendaraan,” ujar Widiyatmiko.

“Volume lalu lintas transaksi di GT Halim arah Jakarta mengalami kenaikan, tercatat sebanyak 72.161 kendaraan melintas atau meningkat sebanyak 26,46% terhadap lalu lintas transaksi normal sebanyak 57.064 kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, di Gerbang Tol Cikupa tercatat 49.667 kendaraan menuju Jakarta atau naik 10,36 persen dari kondisi normal. Adapun di Gerbang Tol Ciawi 2, lonjakan cukup tinggi juga terjadi.

“Peningkatan signifikan volume lalu lintas transaksi di GT Ciawi 2 arah Jakarta tercatat sebanyak 53.239 kendaraan, jumlah ini naik sebanyak 70,09% terhadap lalu lintas transaksi normal yaitu sebanyak 31.301 kendaraan,” kata Widiyatmiko.

Selain Jabodetabek, peningkatan volume kendaraan juga terpantau di wilayah Jawa Barat, khususnya dari arah Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta.

“Sementara itu di wilayah Jawa Barat, terjadi peningkatan volume lalu lintas meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta, tercatat total sebanyak 79.653 kendaraan melintas, atau naik sebesar 43,79% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 55.396 kendaraan,” ujar Widiyatmiko.

Distribusi kendaraan di wilayah tersebut terutama terjadi melalui Gerbang Tol Cileunyi dan Pasteur. Di GT Cileunyi, volume kendaraan menuju Jakarta maupun Bandung dan sekitarnya mencapai 45.260 kendaraan.

“Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik signifikan sebesar 62,54% dari lalin normal yaitu sebanyak 27.845 kendaraan,” kata Widiyatmiko.

Adapun kendaraan menuju Rancaekek dan Garut melalui gerbang yang sama tercatat sebanyak 34.346 kendaraan atau naik 7,94 persen. Sementara itu, di GT Pasteur, volume kendaraan menuju Jakarta mencapai 34.393 unit atau meningkat 24,83 persen.

Di tengah lonjakan arus balik ini, Widiyatmiko mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

“Diimbau kepada masyarakat agar mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kondisi kendaraan siap jalan, kondisi pengemudi yang prima, memperhatikan kecukupan BBM dan saldo e-toll untuk kenyamanan perjalanan,” ujarnya.

Widiyatmiko pun mengingatkan pentingnya penggunaan satu kartu elektronik dalam transaksi tol tertutup. Di tengah arus balik yang meningkat, pengguna jalan juga diminta memantau kondisi lalu lintas melalui kanal resmi Jasa Marga untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik.

“Jasa Marga juga mengimbau kepada pengguna jalan hanya menggunakan satu kartu elektronik yang sama untuk pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi serta Jalan Tol JORR II, kartu elektronik yang sama untuk bertransaksi ketika tapping di gerbang tol masuk dan juga untuk tapping di gerbang tol keluar,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait INFO MUDIK atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher