Arti Pride Month 2021 yang Trending: Kapan & Bagaimana Sejarahnya

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 2 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Apa itu Pride Month Juni 2021: kapan dirayakan dan bagaimana sejarahnya?
tirto.id - Pride Month atau #pride jadi trending di media sosial Twitter pada Rabu (2/6/2021) bersamaan dengan tanda pagar bendera pelangi dan ucapan Happy Pride Month 2021. Apa itu Pride Month?

Bulan Juni merupakan perayaan Pride Month yang ke-51, saat jutaan orang berkumpul untuk mendukung komunitas LGBTQ. Tahun ini, banyak perayaan Pride Month di seluruh dunia ditunda karena COVID-19.

Umumnya, Pride Month ditandai dengan parade. Namun, karena pandemi COVID-19, parade semacam ini terpaksa ditunda. Di San Francisco, misalnya, Pride Month diperingati dengan menonton film bersama dengan aturan harus pakai masker dan jaga jarak.

Los Angeles akan mengadakan dua acara Pride Month secara outdoor. Atlanta Pride Run juga diadakan tahun ini secara langsung. Lomba lari ini diadakan untuk membangkitkan perhatian pada LGBTQ di masyarakat.

Anda juga dapat menemukan acara Pride Month untuk berbagai bagian kelompok rentan, mulai dari komunitas LGBTQ termasuk wanita dan anak-anak, transgender, dan orang kulit berwarna.


Sejarah Pride Month Juni 2021


Dilansir Cnet, peringatan Pride Month pada Juni ini berawal dari kejadian pada 28 Juni 1969, ketika polisi menggerebek klub gay bernama Stonewall Inn di New York.

Meskipun polisi beralasan aksi dilakukan karena bar beroperasi tanpa izin minuman keras, penggerebekan itu dianggap sebagai pelecehan dan penangkapan orang-orang LGBTQ di salah satu dari sedikit tempat di mana mereka merasa aman.

Penggerebekan serupa pada bisnis ramah LGBTQ telah terjadi selama beberapa dekade, tetapi Stonewall adalah kejadian pertama kali ketika orang-orang melawan.

Kerumunan yang terdiri dari lesbian, gay, dan transgender (banyak dari mereka adalah orang kulit berwarna), bentrok dengan polisi, melempar botol dan menolak untuk diintimidasi.

Aksi perlawanan itu berlangsung enam hari dan dikenal sebagai Kerusuhan Stonewall. Sebuah rapat umum di New York diadakan tahun berikutnya untuk memperingati ulang tahun pertama kerusuhan memulai tradisi Pride Month hingga saat ini.

ABC melansir, Kerusuhan Stonewall adalah "titik kritis" bagi gerakan pembebasan gay di Amerika Serikat, menurut Library of Congress. Kehebohan itu juga membuka jalan bagi perjuangan modern untuk hak-hak LGBT.

Presiden AS sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, secara resmi menyatakan Juni sebagai LGBT Pride Month dan perayaan ini pun jadi populer di beberapa negara.


Bagaimana Pride Month Dirayakan?


LGBTQ Pride Month menarik jutaan peserta dari seluruh dunia setiap tahun. Biasanya, ada perayaan selama sebulan dan pertemuan langsung yang berlangsung di seluruh negeri, termasuk parade, pawai, pesta, konser, lokakarya, dan simposium.

Peringatan juga sering diadakan untuk anggota komunitas LGBTQ yang kehilangan nyawa karena kejahatan kebencian atau HIV/AIDS.

Bendera pelangi LGBT ditampilkan di media sosial atau tempat-tempat umum sepanjang bulan.

Gilbert Baker, seorang seniman AS, aktivis hak-hak gay dan veteran Angkatan Darat AS, menciptakan bendera pelangi itu pada tahun 1978 sebagai simbol baru untuk gerakan politik gay dan lesbian.

Bendera diciptakan atas saran dari teman-teman dan koleganya, termasuk Harvey Milk, seorang pengawas kota San Francisco dan pejabat terpilih gay pertama di California. Milk dibunuh akhir tahun itu.

Menurut situs web Baker, warna bendera LGBT masing-masing memiliki arti: merah untuk kehidupan, oranye untuk penyembuhan, kuning untuk sinar matahari, hijau untuk alam, biru untuk harmoni dan ungu untuk semangat.

Baker meninggal pada usia 65 pada 31 Maret 2017. Bendera pelanginya tetap menjadi simbol yang ikonik dan kuat untuk kebanggaan LGBTQ.


Baca juga artikel terkait PRIDE MONTH 2021 atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight