Arcandra Bantah Skema Gross Split Bikin Lelang Blok Migas Tak Laku

Oleh: Hendra Friana - 5 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Arcandra membantah tudingan bahwa skema gross split membuat investasi migas lesu dan tidak menarik bagi investor.
tirto.id - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar membantah skema kontrak dengan pembagian hasil berdasarkan produksi (gross split) tidak menarik bagi investor migas.

Dia mengklaim, jika dibandingkan dengan lelang blok migas menggunakan skema cost recovery, peminat skema gross split justru lebih banyak.

"Sekarang saya tanya? 2015 [sebelum ada skema gross split] berapa yang laku? Tidak ada," kata dia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2018).

Arcandra juga membantah tudingan bahwa skema gross split bisa membuat iklim investasi migas lesu. Buktinya, kata dia, perusahaan luar negeri skala besar seperti ENI, Mubadalah dan Repsol justru meminati blok migas Indonesia dengan skema tersebut.

"Sekarang kata siapa [tidak laku]? Jangan kata pengamat. Kita lihat data dong," kata Arcandra.


Menurutnya, penerapan skema gross split bukan penyebab utama sepinya investor dalam eksplorasi blok migas baru di Indonesia. Sebab, setelah skema itu diterapkan pada 2017, ada lima blok migas eksplorasi yang dimenangkan oleh kontraktor sepanjang tahun itu.

Jumlah itu meningkat pada lelang blok migas tahap I dan II 2018, yakni enam blok. Pada lelang tahap I, pemerintah menawarkan tujuh blok migas dengan skema penawaran langsung dan dua blok migas unkonvensional. Di tahap ini, empat blok berhasil dilelang, yaitu Citarum, East Ganal, East Seram dan Southeast Jambi. Sedangkan blok migas yang tidak laku ialah East Papua dan dua blok unkonvensional gas methane batubara Sumbagsel dan shale hydrocarbon di Sumatera Utara.

Sementara pada lelang tahap II tahun ini, pemerintah menawarkan enam blok migas, terdiri dari tiga blok ekplorasi (Banyumas, Andika Bumi Kita, dan South East Mahakam) dan tiga blok terminasi (Makasar Strait, South Jambi dan Selat Panjang).

Dari enam blok migas yang dilelang, hanya dua yang diminati kontraktor, yaitu South Jambi oleh Hongkong Jindi dan Banyumas dimenangkan PT Minarak Berantas Gas.

"Tahun ini bahkan kalau bisa nambah lagi," ujar Arcandra.


Baca juga artikel terkait INVESTASI MIGAS atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Addi M Idhom
Dari Sejawat
Infografik Instagram